8 Kelebihan dan Kekurangan Kayu Mahoni untuk Furniture
- By Biovarnish - 15 Januari 2026 - 03:38:10
Ada begitu banyak jenis kayu yang biasa digunakan untuk pembuatan furniture, salah satu yang cukup populer adalah kayu mahoni. Jenis kayu ini sering dianggap sebagai primadona kedua setelah kayu jati karena memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya diminati oleh pengrajin maupun konsumen.
Tidak sedikit furniture yang dibuat dari kayu mahoni kemudian difinishing dengan tampilan menyerupai jati. Hal ini menunjukkan bahwa kayu mahoni dapat menjadi alternatif pengganti kayu jati, dengan kualitas yang tidak terpaut jauh.
Kepopuleran kayu mahoni untuk furniture tentu bukan tanpa alasan. Kayu ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak selalu dimiliki oleh jenis kayu lain. Namun di balik kelebihannya, kayu mahoni juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami apa saja kelebihan dan kekurangan kayu mahoni untuk furniture. Informasi ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus panduan agar lebih memahami karakter kayu mahoni dan cara menanganinya dengan tepat.
Keunggulan kayu mahoni berikut ini menjadikannya layak dipilih sebagai bahan furniture untuk berbagai kebutuhan.

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari kayu mahoni adalah warna kemerahannya yang alami. Warna ini memberikan kesan hangat dan elegan pada furniture.
Seiring bertambahnya usia, warna kayu mahoni cenderung semakin gelap, sedangkan kayu yang masih muda biasanya tampak lebih terang.
Bagi Anda yang menyukai tampilan natural dengan nuansa kemerahan, kayu mahoni bisa menjadi pilihan tepat. Cukup dengan menambahkan pernis kayu transparan atau clear coat, tampilan alami kayu tetap terjaga sekaligus terlindungi dengan baik.
Serat alami kayu mahoni dikenal halus dan rapi. Sebagian besar memiliki serat lurus, meskipun ada juga yang menunjukkan pola seperti mahkota. Serat alami dari kayu mahoni tidak kalah indah dari kayu jati.
Keindahan serat ini membuat kayu mahoni sangat cocok dengan finishing tampilan natural menggunakan plitur atau pernis.
Sekitar dua puluh tahun terakhir, kayu mahoni banyak dibudidayakan sebagai bahan baku furniture. Kayu ini ditanam secara luas karena syarat tumbuhnya relatif mudah. Hal tersebut membuat kayu mahoni dapat ditemukan di berbagai daerah dengan cukup mudah.
Ketersediaan kayu mahoni juga tergolong melimpah, berbeda dengan beberapa jenis kayu langka seperti ulin. Kondisi ini membuat pasokan kayu mahoni lebih stabil untuk kebutuhan industri furniture.
Selain mudah dibudidayakan, kayu mahoni memiliki masa panen yang relatif singkat. Pohon mahoni mulai berbunga pada usia sekitar tujuh tahun, sementara masa tebangnya berkisar antara sepuluh hingga lima belas tahun.
Kayu mahoni dapat ditebang saat berusia sekitar sepuluh tahun untuk keperluan furniture. Namun, jika ingin digunakan sebagai bahan dasar bangunan, sebaiknya menunggu hingga usia lima belas tahun agar kualitasnya lebih optimal. Dibandingkan jenis kayu lain, masa panen ini tergolong cepat.
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan utama kayu mahoni banyak dipilih sebagai bahan furniture. Faktor yang memengaruhi harga murah ini antara lain masa panen yang cepat, stok yang melimpah, serta kemudahan dalam memperoleh kayunya.
Bagi Anda yang menginginkan kayu berkualitas dengan harga ekonomis, kayu mahoni dapat menjadi solusi.
Menariknya, di pasar Eropa dan Amerika, kayu mahoni justru dianggap sebagai kayu yang mahal dan mewah. Kayu jati sering dipilih untuk kebutuhan outdoor, sementara furniture indoor dinilai lebih indah jika menggunakan kayu mahoni.
Hal inilah yang membuat banyak pengrajin lebih memilih kayu mahoni dibanding kayu jati untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Kayu mahoni memiliki kandungan minyak alami yang jauh lebih rendah dibanding kayu jati. Kondisi ini penting karena dapat mencegah munculnya noda kekuningan atau tanin setelah proses finishing.
Dengan menggunakan kayu mahoni, risiko munculnya noda tanin, getah, maupun warna kekuningan dapat diminimalkan sehingga tampilan furniture tetap bersih dan rapi.
Dari segi kualitas, kayu mahoni hanya berada sedikit di bawah kayu jati. Kekuatan dan keindahannya hampir bersaing, baik untuk furniture, kerajinan tangan, maupun ukiran. Kayu ini termasuk dalam kategori kayu keras yang berkualitas unggul.
Di balik berbagai keunggulan tersebut, kayu mahoni juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan agar proses pembuatan furniture dapat berjalan lebih optimal.
Kayu mahoni termasuk dalam kelas awet II-III dengan kelas kuat yang sama. Meski cukup kuat, kayu ini tetap rentan terhadap serangan rayap, terutama jika digunakan pada area outdoor atau bersentuhan langsung dengan tanah.
Untuk mengatasinya, diperlukan langkah pencegahan sejak awal. Kayu perlu dikeringkan hingga kadar MC sesuai standar SNI, yakni sekitar 12 persen. Pengeringan dapat dilakukan menggunakan oven. Sebelumnya, kayu mahoni biasanya direndam terlebih dahulu dalam larutan anti serangga untuk meningkatkan daya tahannya.
Meski memiliki kelemahan ini, kayu mahoni tetap lebih kuat dibanding kayu pinus atau jenis kayu lunak lainnya.
Setiap jenis kayu harus melalui proses pengeringan sebelum digunakan sebagai bahan furniture. Kayu mahoni memerlukan waktu pengeringan yang cukup lama untuk mencapai kadar MC ideal. Proses ini penting agar kayu tidak mudah melengkung atau retak setelah menjadi furniture.
Warna merah alami kayu mahoni cukup kuat sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses finishing. Tidak semua orang menyukai warna kemerahan ini, terutama jika menginginkan tampilan yang lebih terang.
Saat terkena air atau lapisan plitur masih basah, warna merah kayu mahoni dapat kembali muncul. Namun setelah kering, warna finishing akan terlihat sesuai dengan yang diinginkan. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah bleaching kayu untuk mendapatkan hasil yang lebih cerah.
Kayu yang mudah dipotong sebenarnya memudahkan proses pembuatan furniture, baik dari segi produksi maupun perawatan alat. Namun, kemudahan ini tetap membutuhkan ketelitian agar hasil potongan rapi dan presisi.
Untuk mendapatkan kayu mahoni berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Saat kayu log mahoni dipotong, akan terlihat dua bagian warna, yakni gubal dan teras. Gubal berada di bagian luar dan biasanya berwarna terang atau putih, sedangkan teras berada di bagian dalam dengan warna kemerahan.

Sebaiknya pilih kayu mahoni dengan gubal yang tebal karena menandakan kualitas kayu yang lebih baik. Selain itu, pilih kayu dengan lebar minimal 35 cm agar lebih mudah dibentuk menjadi berbagai jenis furniture. Kayu mahoni bahkan dapat memiliki diameter hingga 1,5 meter, sehingga sangat mendukung pembuatan furniture berukuran besar.
Untuk mendapatkan tampilan terbaik dari kayu mahoni, pemilihan finishing memegang peran yang sangat penting. Finishing natural menggunakan Biovarnish dapat menjadi pilihan karena mampu menampilkan keindahan serat dan warna alami kayu mahoni secara optimal.
Biovarnish menyediakan beragam pilihan warna natural yang dapat disesuaikan dengan karakter mahoni, serta clear coat bening untuk mempertahankan tampilan alaminya tanpa mengubah warna dasar kayu. Selain itu, Biovarnish berbasis air atau water based, sehingga lebih aman digunakan, tidak bau menyengat, dan ramah lingkungan.
Produk ini juga telah tersertifikasi standar ECHA Eropa dan EPA Amerika Serikat, sehingga cocok digunakan untuk furniture kayu mahoni yang menyasar pasar Eropa dan Amerika, di mana aspek keamanan dan keberlanjutan menjadi perhatian penting.
Untuk pemesanan Biovarnish dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.

Tidak sedikit furniture yang dibuat dari kayu mahoni kemudian difinishing dengan tampilan menyerupai jati. Hal ini menunjukkan bahwa kayu mahoni dapat menjadi alternatif pengganti kayu jati, dengan kualitas yang tidak terpaut jauh.
Kepopuleran kayu mahoni untuk furniture tentu bukan tanpa alasan. Kayu ini memiliki sejumlah keunggulan yang tidak selalu dimiliki oleh jenis kayu lain. Namun di balik kelebihannya, kayu mahoni juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami apa saja kelebihan dan kekurangan kayu mahoni untuk furniture. Informasi ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus panduan agar lebih memahami karakter kayu mahoni dan cara menanganinya dengan tepat.
Kelebihan Kayu Mahoni untuk Furniture
Keunggulan kayu mahoni berikut ini menjadikannya layak dipilih sebagai bahan furniture untuk berbagai kebutuhan.
1. Warna kemerahan yang khas

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari kayu mahoni adalah warna kemerahannya yang alami. Warna ini memberikan kesan hangat dan elegan pada furniture.
Seiring bertambahnya usia, warna kayu mahoni cenderung semakin gelap, sedangkan kayu yang masih muda biasanya tampak lebih terang.
Bagi Anda yang menyukai tampilan natural dengan nuansa kemerahan, kayu mahoni bisa menjadi pilihan tepat. Cukup dengan menambahkan pernis kayu transparan atau clear coat, tampilan alami kayu tetap terjaga sekaligus terlindungi dengan baik.
2. Keindahan serat alami
Serat alami kayu mahoni dikenal halus dan rapi. Sebagian besar memiliki serat lurus, meskipun ada juga yang menunjukkan pola seperti mahkota. Serat alami dari kayu mahoni tidak kalah indah dari kayu jati.
Keindahan serat ini membuat kayu mahoni sangat cocok dengan finishing tampilan natural menggunakan plitur atau pernis.
3. Mudah ditemukan
Sekitar dua puluh tahun terakhir, kayu mahoni banyak dibudidayakan sebagai bahan baku furniture. Kayu ini ditanam secara luas karena syarat tumbuhnya relatif mudah. Hal tersebut membuat kayu mahoni dapat ditemukan di berbagai daerah dengan cukup mudah.
Ketersediaan kayu mahoni juga tergolong melimpah, berbeda dengan beberapa jenis kayu langka seperti ulin. Kondisi ini membuat pasokan kayu mahoni lebih stabil untuk kebutuhan industri furniture.
4. Masa panen cepat
Selain mudah dibudidayakan, kayu mahoni memiliki masa panen yang relatif singkat. Pohon mahoni mulai berbunga pada usia sekitar tujuh tahun, sementara masa tebangnya berkisar antara sepuluh hingga lima belas tahun.
Kayu mahoni dapat ditebang saat berusia sekitar sepuluh tahun untuk keperluan furniture. Namun, jika ingin digunakan sebagai bahan dasar bangunan, sebaiknya menunggu hingga usia lima belas tahun agar kualitasnya lebih optimal. Dibandingkan jenis kayu lain, masa panen ini tergolong cepat.
5. Harga murah
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan utama kayu mahoni banyak dipilih sebagai bahan furniture. Faktor yang memengaruhi harga murah ini antara lain masa panen yang cepat, stok yang melimpah, serta kemudahan dalam memperoleh kayunya.
Bagi Anda yang menginginkan kayu berkualitas dengan harga ekonomis, kayu mahoni dapat menjadi solusi.
6. Terkenal mahal dan mewah
Menariknya, di pasar Eropa dan Amerika, kayu mahoni justru dianggap sebagai kayu yang mahal dan mewah. Kayu jati sering dipilih untuk kebutuhan outdoor, sementara furniture indoor dinilai lebih indah jika menggunakan kayu mahoni.
Hal inilah yang membuat banyak pengrajin lebih memilih kayu mahoni dibanding kayu jati untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
7. Tidak berisiko noda kuning atau tanin
Kayu mahoni memiliki kandungan minyak alami yang jauh lebih rendah dibanding kayu jati. Kondisi ini penting karena dapat mencegah munculnya noda kekuningan atau tanin setelah proses finishing.
Dengan menggunakan kayu mahoni, risiko munculnya noda tanin, getah, maupun warna kekuningan dapat diminimalkan sehingga tampilan furniture tetap bersih dan rapi.
8. Kualitas unggul
Dari segi kualitas, kayu mahoni hanya berada sedikit di bawah kayu jati. Kekuatan dan keindahannya hampir bersaing, baik untuk furniture, kerajinan tangan, maupun ukiran. Kayu ini termasuk dalam kategori kayu keras yang berkualitas unggul.
Kekurangan Kayu Mahoni untuk Furniture
Di balik berbagai keunggulan tersebut, kayu mahoni juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan agar proses pembuatan furniture dapat berjalan lebih optimal.
1. Mudah diserang rayap dan jamur
Kayu mahoni termasuk dalam kelas awet II-III dengan kelas kuat yang sama. Meski cukup kuat, kayu ini tetap rentan terhadap serangan rayap, terutama jika digunakan pada area outdoor atau bersentuhan langsung dengan tanah.
Untuk mengatasinya, diperlukan langkah pencegahan sejak awal. Kayu perlu dikeringkan hingga kadar MC sesuai standar SNI, yakni sekitar 12 persen. Pengeringan dapat dilakukan menggunakan oven. Sebelumnya, kayu mahoni biasanya direndam terlebih dahulu dalam larutan anti serangga untuk meningkatkan daya tahannya.
Meski memiliki kelemahan ini, kayu mahoni tetap lebih kuat dibanding kayu pinus atau jenis kayu lunak lainnya.
2. Waktu pengeringan cukup lama
Setiap jenis kayu harus melalui proses pengeringan sebelum digunakan sebagai bahan furniture. Kayu mahoni memerlukan waktu pengeringan yang cukup lama untuk mencapai kadar MC ideal. Proses ini penting agar kayu tidak mudah melengkung atau retak setelah menjadi furniture.
3. Warna merah yang sulit difinishing
Warna merah alami kayu mahoni cukup kuat sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam proses finishing. Tidak semua orang menyukai warna kemerahan ini, terutama jika menginginkan tampilan yang lebih terang.
Saat terkena air atau lapisan plitur masih basah, warna merah kayu mahoni dapat kembali muncul. Namun setelah kering, warna finishing akan terlihat sesuai dengan yang diinginkan. Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah bleaching kayu untuk mendapatkan hasil yang lebih cerah.
Baca juga : Mengubah Warna Kayu Mahoni Menjadi Putih, Ini 5 Langkah Mudahnya
4. Mudah dipotong
Kayu yang mudah dipotong sebenarnya memudahkan proses pembuatan furniture, baik dari segi produksi maupun perawatan alat. Namun, kemudahan ini tetap membutuhkan ketelitian agar hasil potongan rapi dan presisi.
Tips memilih kayu mahoni yang bagus untuk furniture
Untuk mendapatkan kayu mahoni berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Saat kayu log mahoni dipotong, akan terlihat dua bagian warna, yakni gubal dan teras. Gubal berada di bagian luar dan biasanya berwarna terang atau putih, sedangkan teras berada di bagian dalam dengan warna kemerahan.

Sebaiknya pilih kayu mahoni dengan gubal yang tebal karena menandakan kualitas kayu yang lebih baik. Selain itu, pilih kayu dengan lebar minimal 35 cm agar lebih mudah dibentuk menjadi berbagai jenis furniture. Kayu mahoni bahkan dapat memiliki diameter hingga 1,5 meter, sehingga sangat mendukung pembuatan furniture berukuran besar.
Finishing Natural Kayu Mahoni dengan Biovarnish
Untuk mendapatkan tampilan terbaik dari kayu mahoni, pemilihan finishing memegang peran yang sangat penting. Finishing natural menggunakan Biovarnish dapat menjadi pilihan karena mampu menampilkan keindahan serat dan warna alami kayu mahoni secara optimal.
Biovarnish menyediakan beragam pilihan warna natural yang dapat disesuaikan dengan karakter mahoni, serta clear coat bening untuk mempertahankan tampilan alaminya tanpa mengubah warna dasar kayu. Selain itu, Biovarnish berbasis air atau water based, sehingga lebih aman digunakan, tidak bau menyengat, dan ramah lingkungan.
Produk ini juga telah tersertifikasi standar ECHA Eropa dan EPA Amerika Serikat, sehingga cocok digunakan untuk furniture kayu mahoni yang menyasar pasar Eropa dan Amerika, di mana aspek keamanan dan keberlanjutan menjadi perhatian penting.
Untuk pemesanan Biovarnish dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.




