Apa Itu Faux Finishing Kayu? Kenali 5 Tekniknya yang Unik dan Populer
- By Biovarnish - 24 Maret 2026 - 11:00:00
Bosan dengan tampilan furniture yang hanya natural atau warna solid polos? Salah satu teknik finishing yang bisa memberikan tampilan unik adalah faux finishing kayu.
Dunia woodworking sudah berkembang luas dari segi kreativitas. Saat ini jenis finishing kayu terbagi menjadi tiga macam yaitu natural, solid, dan faux finishing.
Faux finishing kayu adalah teknik finishing dekoratif yang meniru tampilan material lain, seperti marmer, batu alam, atau kayu yang telah menua secara alami. Secara istilah, faux finishing berasal dari bahasa perancis yaitu "faux" yang berarti "palsu".
Tampilan yang dihasilkan merupakan imitasi atau hasil tiruan dari material tertentu. Inilah yang membedakannya dengan jenis finishing lainnya.
Contohnya ketika ingin membuat furniture kayu menyerupai tampilan batu alam atau marmer. Untuk memperoleh hasil ini dapat menggunakan teknik finishing faux finish.
Telah berkembang beragam inspirasi faux finishing yang cukup populer. Mari simak inspirasi faux finishing yang hasilnya unik dan mudah diterapkan.

Contoh faux finishing kayu yang pertama dan cukup populer adalah teknik finishing recycle.
Faux finishing recycle meniru tampilan furniture yang telah dicat berulang kali selama bertahun-tahun. Lapisan warna lama terlihat pada bagian yang terkelupas sehingga menciptakan kesan vintage dan penuh cerita.
Furniture kayu awalnya diberi warna hitam oleh kakek, kemudian diturunkan ke ayah dan diubah warnanya menjadi merah. Setelah diberikan ke anak, furniture tersebut difinishing ulang dengan cat kayu warna biru.
Seiring waktu lapisan cat terkelupas pada bagian-bagian tertentu memperlihatkan lapisan warna sebelumnya. Dengan demikian kayu seolah telah melalui perjalanan panjang puluhan tahun.
Anda bisa membuat furniture baru berpenampilan antik seperti ini dengan teknik faux finish recycle. Tidak hanya antik dan estetik tetapi juga ada nuansa nostalgia ketika melihat hasilnya.

Batu pualam atau marmer adalah material alami dengan harga yang mahal. Itulah mengapa penggunaan material ini pada interior seperti lantai, meja, dan jendela akan membuat rumah tampak mewah.
Berkat teknik faux finish, kini furniture berbahan kayu pun dapat dibuat menyerupai marmer. Teknik ini bisa meniru berbagai tampilan marmer seperti carrara, mediterano dan masih banyak lainnya.
Patina menunjukkan tampilan kayu yang sering terpapar panas matahari sehingga warnanya memudar dan usang. Tampilan ini cukup unik dan antik.
Tidak perlu merusak kayu dengan menjemurnya tanpa perlindungan sepanjang waktu. Cukup dengan teknik faux finish maka tampilan kayu akan mendapatkan hasil patina dengan perlindungan yang cukup kuat.

Driftwood adalah kayu yang terapung dan terbawa ke pantai, pesisir laut, danau atau sungai akibat arus, angin, pasang surut, dan gelombang. Sebenarnya driftwood adalah sampah pantai, namun dengan kreativitas seniman, kayu ini dapat disulap menjadi mahakarya yang cantik.
Biasanya, kumpulan kayu apung ini dibuat menjadi miniatur seperti bentuk kuda atau dekorasi lainnya.
Melalui teknik faux finishing, Anda bisa menciptakan efek tampilan driftwood cukup dengan bahan finishing kayu seperti cat, plitur dan glaze. Kayu tetap kokoh, terlindungi, dan dapat tampil estetik.
Tampilan antik juga dapat diperoleh dengan teknik faux finishing black wash. Teknik ini memberikan efek bayangan hitam pada serat kayu sehingga tampilan kayu terlihat lebih dalam dan berkarakter.
Prosesnya dimulai dengan memberikan warna dasar natural pada kayu menggunakan plitur, misalnya warna walnut brown atau warna kayu lainnya. Setelah lapisan dasar kering, permukaan kayu kemudian diberi glaze warna hitam.
Sebelum glaze mengering, permukaan kayu langsung dilap menggunakan kain. Proses ini akan mengangkat sebagian warna hitam, sementara sebagian lainnya tetap tertinggal di pori-pori dan serat kayu.
Hasil akhirnya adalah tampilan kayu natural dengan aksen hitam halus pada seratnya, sehingga terlihat lebih dalam dan memberi kesan antik.
Biopaint Biovarnish menyediakan rangkaian finishing kayu lengkap mulai dari dempul kayu, plitur, hingga Biovarnish Glaze.
Terapkan teknik faux finishing dengan mudah memakai Biopaint Biovarnish. Klik banner di bawah ini untuk pemesanan produknya.

Dunia woodworking sudah berkembang luas dari segi kreativitas. Saat ini jenis finishing kayu terbagi menjadi tiga macam yaitu natural, solid, dan faux finishing.
Faux finishing kayu adalah teknik finishing dekoratif yang meniru tampilan material lain, seperti marmer, batu alam, atau kayu yang telah menua secara alami. Secara istilah, faux finishing berasal dari bahasa perancis yaitu "faux" yang berarti "palsu".
Tampilan yang dihasilkan merupakan imitasi atau hasil tiruan dari material tertentu. Inilah yang membedakannya dengan jenis finishing lainnya.
Contohnya ketika ingin membuat furniture kayu menyerupai tampilan batu alam atau marmer. Untuk memperoleh hasil ini dapat menggunakan teknik finishing faux finish.
Telah berkembang beragam inspirasi faux finishing yang cukup populer. Mari simak inspirasi faux finishing yang hasilnya unik dan mudah diterapkan.
1. Finishing Recycle

Contoh faux finishing kayu yang pertama dan cukup populer adalah teknik finishing recycle.
Faux finishing recycle meniru tampilan furniture yang telah dicat berulang kali selama bertahun-tahun. Lapisan warna lama terlihat pada bagian yang terkelupas sehingga menciptakan kesan vintage dan penuh cerita.
Furniture kayu awalnya diberi warna hitam oleh kakek, kemudian diturunkan ke ayah dan diubah warnanya menjadi merah. Setelah diberikan ke anak, furniture tersebut difinishing ulang dengan cat kayu warna biru.
Seiring waktu lapisan cat terkelupas pada bagian-bagian tertentu memperlihatkan lapisan warna sebelumnya. Dengan demikian kayu seolah telah melalui perjalanan panjang puluhan tahun.
Anda bisa membuat furniture baru berpenampilan antik seperti ini dengan teknik faux finish recycle. Tidak hanya antik dan estetik tetapi juga ada nuansa nostalgia ketika melihat hasilnya.
2. Finishing Marmer

Batu pualam atau marmer adalah material alami dengan harga yang mahal. Itulah mengapa penggunaan material ini pada interior seperti lantai, meja, dan jendela akan membuat rumah tampak mewah.
Berkat teknik faux finish, kini furniture berbahan kayu pun dapat dibuat menyerupai marmer. Teknik ini bisa meniru berbagai tampilan marmer seperti carrara, mediterano dan masih banyak lainnya.
3. Finishing Patina
Patina menunjukkan tampilan kayu yang sering terpapar panas matahari sehingga warnanya memudar dan usang. Tampilan ini cukup unik dan antik.
Tidak perlu merusak kayu dengan menjemurnya tanpa perlindungan sepanjang waktu. Cukup dengan teknik faux finish maka tampilan kayu akan mendapatkan hasil patina dengan perlindungan yang cukup kuat.
4. Finishing Driftwood

Driftwood adalah kayu yang terapung dan terbawa ke pantai, pesisir laut, danau atau sungai akibat arus, angin, pasang surut, dan gelombang. Sebenarnya driftwood adalah sampah pantai, namun dengan kreativitas seniman, kayu ini dapat disulap menjadi mahakarya yang cantik.
Biasanya, kumpulan kayu apung ini dibuat menjadi miniatur seperti bentuk kuda atau dekorasi lainnya.
Melalui teknik faux finishing, Anda bisa menciptakan efek tampilan driftwood cukup dengan bahan finishing kayu seperti cat, plitur dan glaze. Kayu tetap kokoh, terlindungi, dan dapat tampil estetik.
5. Finishing Black Wash
Tampilan antik juga dapat diperoleh dengan teknik faux finishing black wash. Teknik ini memberikan efek bayangan hitam pada serat kayu sehingga tampilan kayu terlihat lebih dalam dan berkarakter.
Prosesnya dimulai dengan memberikan warna dasar natural pada kayu menggunakan plitur, misalnya warna walnut brown atau warna kayu lainnya. Setelah lapisan dasar kering, permukaan kayu kemudian diberi glaze warna hitam.
Sebelum glaze mengering, permukaan kayu langsung dilap menggunakan kain. Proses ini akan mengangkat sebagian warna hitam, sementara sebagian lainnya tetap tertinggal di pori-pori dan serat kayu.
Hasil akhirnya adalah tampilan kayu natural dengan aksen hitam halus pada seratnya, sehingga terlihat lebih dalam dan memberi kesan antik.
Baca juga : Apa itu Glaze? Pengertian hingga Cara Mengaplikasikannya pada Kayu
Biopaint Biovarnish menyediakan rangkaian finishing kayu lengkap mulai dari dempul kayu, plitur, hingga Biovarnish Glaze.
Terapkan teknik faux finishing dengan mudah memakai Biopaint Biovarnish. Klik banner di bawah ini untuk pemesanan produknya.




