Cara Aplikasi Sanding Sealer agar Kayu Tahan Air dan Awet
- By Biovarnish - 22 Januari 2026 - 03:40:24
Cara Membuat Kayu Tahan Air dan Awet dengan Sanding Sealer
Tidak semua finishing kayu memiliki ketahanan yang baik terhadap air. Dalam banyak kasus, ketika kayu terkena tumpahan air, air tersebut masih bisa terserap, meskipun sebelumnya kayu sudah dicat atau dipernis.
Kayu yang tahan air sangat penting demi keawetannya. Jika kayu tetap menyerap air, permukaannya bisa menjadi lembap. Kelembapan ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan kayu mudah lapuk. Selain itu, air yang dibiarkan terserap juga dapat menimbulkan noda yang sulit dihilangkan.
Itulah mengapa penting memahami cara membuat kayu lebih tahan terhadap air. Sanding sealer merupakan salah satu bahan finishing kayu yang efektif untuk menciptakan lapisan tahan air atau water repellent. Lapisan ini membuat air yang menetes di permukaan kayu membentuk buliran, seperti pada daun talas, bukan langsung terserap.
Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara aplikasi sanding sealer agar kayu tahan air dan awet? Simak penjelasannya berikut ini.
Kenapa Kayu Masih Menyerap Air Setelah Difinishing
Kayu yang sudah dilapisi cat atau pernis masih bisa menyerap air karena pori-pori alaminya belum tertutup sepenuhnya. Pori-pori tersebut akan menyerap air dan kelembapan di permukaan kayu. Jika kayu terus menyerap air, kondisinya bisa berubah, mulai dari mengembang hingga akhirnya lapuk dan berjamur.
Hal ini perlu dicegah, salah satunya dengan memilih jenis kayu yang tepat dan melakukan proses finishing. Namun, pada beberapa kondisi, finishing saja tidak cukup untuk menutup pori kayu sehingga daya serap airnya masih tinggi. Apalagi setiap jenis kayu memiliki karakteristik pori yang berbeda, sehingga tingkat penyerapannya pun tidak sama.
Karena itu, penting memastikan lapisan finishing yang digunakan memiliki kemampuan yang baik dalam menutup pori kayu agar penetrasi air dapat dicegah.
Fungsi Sanding Sealer dalam Menciptakan Efek Anti Air pada Kayu
Sanding sealer banyak digunakan dalam proses finishing kayu. Meski begitu, masih ada yang belum memahami fungsi penting dari bahan ini. Bahkan, sebagian orang memilih melewatkannya demi menghemat biaya dan waktu. Hal tersebut memang bisa dilakukan, namun perlu diketahui bahwa sanding sealer memiliki peran penting, terutama dalam membantu kayu menjadi lebih tahan air.
Berikut beberapa fungsi sanding sealer dalam finishing kayu.
1. Memperhalus hasil finishing
Banyak yang mengira pengamplasan saja sudah cukup untuk membuat permukaan kayu halus. Padahal, meskipun terasa halus saat diamplas, masih ada bulu-bulu kayu halus yang tertidur di permukaan.
Ketika kayu dilapisi wood stain, bulu kayu tersebut akan bangun dan membuat serat terasa kasar. Pada kondisi ini, kayu tidak bisa langsung diamplas karena dapat merusak lapisan warna. Di sinilah fungsi sanding sealer bekerja. Sanding sealer membentuk lapisan yang siap diamplas sehingga bulu kayu dapat terpotong tanpa merusak warna wood stain. Hasil akhirnya, finishing terasa lebih halus, mulus, dan licin.
2. Membantu menutup pori kayu
Ini merupakan fungsi utama sanding sealer yang membuatnya mampu membentuk lapisan tahan air. Seperti dijelaskan sebelumnya, air masih bisa meresap ke dalam kayu karena pori alaminya belum tertutup sepenuhnya.
Sanding sealer berfungsi menutup pori-pori tersebut sehingga proses penetrasi air ke dalam kayu dapat dihindari.
3. Menciptakan efek water repellent
Efek water repellent adalah sifat hidrofobik yang membuat air tidak terserap ke dalam kayu, melainkan membentuk buliran dan menggelinding pergi, mirip dengan efek air pada daun talas.
Baca juga : 3 Fungsi Sanding Sealer dalam Finishing Kayu yang Sering Diabaikan
Cara Aplikasi Sanding Sealer agar Kayu Tahan Air dan Awet
Aplikasi sanding sealer bisa dilakukan dengan beberapa cara, tergantung kebutuhan. Sanding sealer dapat digunakan sendiri tanpa wood stain, diaplikasikan sebelum wood stain, atau setelah wood stain.
1. Tahap persiapan permukaan kayu
Tahap persiapan merupakan langkah paling penting. Persiapan yang baik akan mempermudah proses finishing dan membantu mendapatkan hasil sesuai harapan. Bersihkan permukaan kayu dari debu dan kotoran, lalu lakukan pengamplasan secara bertahap sesuai tingkat kekasaran kayu.
Jika kayu masih cukup kasar, pengamplasan bisa dimulai dari amplas grit 60, kemudian dinaikkan secara bertahap ke grit yang lebih halus. Jika kondisi kayu sudah lebih baik, pengamplasan dapat dimulai dari grit 180-240.
2. Aplikasi Biovarnish Sanding Sealer
Campurkan Biovarnish Sanding Sealer dengan air menggunakan perbandingan 2:1, lalu aduk hingga tercampur rata. Aplikasikan menggunakan spray gun atau kuas. Setelah lapisan pertama kering, lakukan pengamplasan menggunakan amplas halus grit 400.
Lanjutkan dengan lapisan kedua, tunggu hingga kering, lalu amplas kembali menggunakan grit 400.
3. Aplikasi Biovarnish Clear Coat
Sebagai tahap akhir, gunakan clear coat sebagai lapisan pelindung. Campurkan Biovarnish Clear Coat dengan air menggunakan perbandingan 1:1, lalu aduk hingga tercampur rata. Aplikasikan menggunakan spray gun atau kuas, dan ulangi sebanyak dua lapisan.
Panduan di atas bersifat fleksibel. Jika ingin memberikan warna natural, wood stain dapat diaplikasikan sebelum sanding sealer. Jika tidak, tahapan ini sudah cukup untuk melindungi kayu dan membantu membentuk lapisan tahan air.
Gunakan rangkaian produk Biovarnish yang memiliki kemampuan water repellent, weather resistant, aman, dan ramah lingkungan. Produk Biovarnish berbasis air (water based), tidak menimbulkan aroma menyengat, serta telah bersertifikat ECHA (European Chemicals Agency) dan EPA (United States Environmental Protection Agency).
Untuk pemesanan Biovarnish Sanding Sealer dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.




