Cara Finishing Kayu Jati Natural yang Rapi dan Mudah Diterapkan
- By Biovarnish - 31 Desember 2025 - 02:58:48
Kayu jati menjadi primadona di kalangan pengrajin kayu karena keindahan serat dan daya tahannya. Meski begitu, proses finishing kayu jati tetap dibutuhkan untuk meningkatkan nilai jual produk. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa finishing yang kurang rapi dapat menurunkan nilai jual hingga 40%.
Tahap finishing juga berfungsi sebagai proteksi. Tanpa lapisan finishing, kayu jati lebih mudah pudar, terpengaruh cuaca, kelembapan, serta gesekan dalam pemakaian sehari-hari. Karena itu, finishing perlu dilakukan dengan urutan yang tepat agar hasilnya maksimal.
Artikel ini membahas cara finishing kayu jati hasil natural yang mudah diterapkan, baik untuk pengrajin pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Finishing sering dianggap membutuhkan banyak bahan dan teknik yang rumit. Padahal, finishing natural bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa bahan bahkan bersifat opsional, tergantung hasil yang diinginkan.
Berikut tahapan finishing kayu jati yang mudah diterapkan.
Semua proses finishing natural selalu diawali dengan pengamplasan. Tahap ini bertujuan menyiapkan permukaan kayu agar halus, rata, dan siap menerima lapisan finishing.
Pada tahap awal, gunakan kertas amplas grit 180-240. Jika kondisi kayu masih sangat kasar, gunakan amplas dengan grit lebih rendah terlebih dahulu, lalu naikkan secara bertahap sampai permukaan terasa halus.
Hasil akhir akan menentukan teknik finishing yang digunakan.
Tentukan apakah Anda menginginkan hasil yang masih terasa tekstur kayunya saat disentuh, atau justru permukaan yang datar, halus, dan rata. Perbedaan hasil ini sangat memengaruhi penggunaan wood filler.
Wood filler merupakan bahan berbentuk pasta yang diaplikasikan pada tahap awal untuk mengisi pori kayu sehingga menghasilkan tampilan close pore. Setiap jenis kayu memiliki ukuran pori yang berbeda, termasuk kayu jati.
Sebagian orang justru menyukai tekstur kayu yang masih terasa, sehingga pori tidak perlu diisi sepenuhnya. Namun, jika menginginkan permukaan yang benar-benar halus dan rata, maka finishing close pore perlu diterapkan.
Penggunaan wood filler bersifat opsional, tergantung selera hasil akhir.
Untuk hasil close pore, pilih warna wood filler yang mendekati warna kayu jati. Pilihan yang umum digunakan adalah Biovarnish Wood Filler warna jati.
Wood filler tidak hanya berfungsi untuk mengisi pori kayu. Bahan ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada permukaan kayu, seperti mata kayu, lubang kecil, bekas paku, atau retakan halus. Dengan begitu, permukaan kayu menjadi lebih rapi sebelum masuk ke tahap finishing berikutnya.
Campurkan Biovarnish Wood Filler dengan air hingga mendapatkan tekstur pasta yang mudah diaplikasikan. Oleskan ke seluruh permukaan kayu menggunakan kape sampai pori terisi merata. Setelah kering, lakukan pengamplasan hingga serat kayu kembali terlihat.
Biovarnish Wood Filler water based lebih praktis digunakan, mudah diamplas, dan tidak boros kertas amplas. Serbuk hasil pengamplasan juga halus dan tidak menggumpal, bahkan masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga lebih hemat bahan finishing.

Tahap pewarnaan berfungsi memberikan warna transparan tanpa menutup serat kayu. Pada tahap ini dapat digunakan wood stain atau liquid stain, tergantung alat aplikasi.
Liquid stain lebih cocok untuk aplikasi menggunakan spray gun, sedangkan wood stain bisa diaplikasikan dengan kuas maupun spray. Campurkan Biovarnish Wood Stain dengan air sesuai kebutuhan kepekatan warna.
Disarankan tidak mencampur terlalu pekat karena warna yang terlalu gelap sulit dikoreksi. Jika warna masih kurang, cukup tambahkan layer hingga mendapatkan kedalaman warna yang diinginkan. Perbandingan yang umum digunakan adalah 2 bagian wood stain dan 1 bagian air bersih.
Aplikasikan dalam beberapa layer dan tunggu kering di setiap lapisan sebelum melanjutkan ke layer berikutnya.
Tahap ini dapat dilewati jika Anda tidak ingin mengubah warna asli kayu jati. Jika tidak menggunakan pewarna sama sekali, proses bisa langsung dilanjutkan ke sanding sealer atau clear coat.
Penggunaan sanding sealer juga bersifat opsional. Fungsinya untuk memperhalus permukaan dan membantu menutup pori kayu.
Setelah pewarnaan, biasanya muncul serat halus atau bulu kayu yang naik. Jika langsung diamplas, warna bisa ikut terkikis. Sanding sealer berperan melindungi lapisan warna agar pengamplasan bisa dilakukan dengan aman. Selain itu, bahan ini juga bisa menghemat penggunaan clear coat.
Aplikasikan sanding sealer sebanyak dua layer. Setiap lapisan perlu dikeringkan, lalu diamplas menggunakan kertas amplas nomor 400.
Biasanya, Sanding Sealer digunakan setelah tahap aplikasi liquid stain.
Aplikasi Biovarnish Clear Coat menjadi tahap wajib karena lapisan ini menentukan tingkat proteksi dan jenis tampilan.
Clear coat melindungi kayu dari gesekan, panas, air, dan kelembapan. Lapisan ini juga menentukan hasil tampilan, apakah matte atau glossy, sesuai pilihan Anda.
Cara aplikasinya cukup dengan mencampurkan clear coat dan air dengan perbandingan 1:1, lalu diaplikasikan secara merata ke seluruh permukaan kayu.
Dengan tahapan yang tepat dan proses yang rapi, finishing kayu jati natural dapat dilakukan dengan mudah, bahkan oleh pemula.
Pemilihan bahan finishing juga berpengaruh pada kualitas hasil. Jika ingin proses yang lebih praktis dengan hasil yang memuaskan, gunakan rangkaian produk finishing water based dari Biovarnish.
Kabar baiknya produk Biovarnish sudah bersertifikat dan memenuhi standar regulasi ECHA dan US EPA. Selain praktis juga aman bagi kesehatan maupun lingkungan.
Untuk pemesanan bahan finishing kayu jati, silakan klik banner di bawah ini.

Tahap finishing juga berfungsi sebagai proteksi. Tanpa lapisan finishing, kayu jati lebih mudah pudar, terpengaruh cuaca, kelembapan, serta gesekan dalam pemakaian sehari-hari. Karena itu, finishing perlu dilakukan dengan urutan yang tepat agar hasilnya maksimal.
Artikel ini membahas cara finishing kayu jati hasil natural yang mudah diterapkan, baik untuk pengrajin pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Tahapan Finishing Kayu Jati Hasil Natural
Finishing sering dianggap membutuhkan banyak bahan dan teknik yang rumit. Padahal, finishing natural bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa bahan bahkan bersifat opsional, tergantung hasil yang diinginkan.
Berikut tahapan finishing kayu jati yang mudah diterapkan.
1. Pengamplasan Permukaan Kayu Jati
Semua proses finishing natural selalu diawali dengan pengamplasan. Tahap ini bertujuan menyiapkan permukaan kayu agar halus, rata, dan siap menerima lapisan finishing.
Pada tahap awal, gunakan kertas amplas grit 180-240. Jika kondisi kayu masih sangat kasar, gunakan amplas dengan grit lebih rendah terlebih dahulu, lalu naikkan secara bertahap sampai permukaan terasa halus.
2. Menentukan Karakter Hasil Finishing
Hasil akhir akan menentukan teknik finishing yang digunakan.
Tentukan apakah Anda menginginkan hasil yang masih terasa tekstur kayunya saat disentuh, atau justru permukaan yang datar, halus, dan rata. Perbedaan hasil ini sangat memengaruhi penggunaan wood filler.
Wood filler merupakan bahan berbentuk pasta yang diaplikasikan pada tahap awal untuk mengisi pori kayu sehingga menghasilkan tampilan close pore. Setiap jenis kayu memiliki ukuran pori yang berbeda, termasuk kayu jati.
Sebagian orang justru menyukai tekstur kayu yang masih terasa, sehingga pori tidak perlu diisi sepenuhnya. Namun, jika menginginkan permukaan yang benar-benar halus dan rata, maka finishing close pore perlu diterapkan.
Penggunaan wood filler bersifat opsional, tergantung selera hasil akhir.
3. Finishing Close Pore Menggunakan Wood Filler
Untuk hasil close pore, pilih warna wood filler yang mendekati warna kayu jati. Pilihan yang umum digunakan adalah Biovarnish Wood Filler warna jati.
Wood filler tidak hanya berfungsi untuk mengisi pori kayu. Bahan ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki kerusakan pada permukaan kayu, seperti mata kayu, lubang kecil, bekas paku, atau retakan halus. Dengan begitu, permukaan kayu menjadi lebih rapi sebelum masuk ke tahap finishing berikutnya.
Campurkan Biovarnish Wood Filler dengan air hingga mendapatkan tekstur pasta yang mudah diaplikasikan. Oleskan ke seluruh permukaan kayu menggunakan kape sampai pori terisi merata. Setelah kering, lakukan pengamplasan hingga serat kayu kembali terlihat.
Biovarnish Wood Filler water based lebih praktis digunakan, mudah diamplas, dan tidak boros kertas amplas. Serbuk hasil pengamplasan juga halus dan tidak menggumpal, bahkan masih dapat dimanfaatkan kembali sehingga lebih hemat bahan finishing.

4. Tahap Pewarnaan Natural Kayu Jati
Tahap pewarnaan berfungsi memberikan warna transparan tanpa menutup serat kayu. Pada tahap ini dapat digunakan wood stain atau liquid stain, tergantung alat aplikasi.
Liquid stain lebih cocok untuk aplikasi menggunakan spray gun, sedangkan wood stain bisa diaplikasikan dengan kuas maupun spray. Campurkan Biovarnish Wood Stain dengan air sesuai kebutuhan kepekatan warna.
Disarankan tidak mencampur terlalu pekat karena warna yang terlalu gelap sulit dikoreksi. Jika warna masih kurang, cukup tambahkan layer hingga mendapatkan kedalaman warna yang diinginkan. Perbandingan yang umum digunakan adalah 2 bagian wood stain dan 1 bagian air bersih.
Aplikasikan dalam beberapa layer dan tunggu kering di setiap lapisan sebelum melanjutkan ke layer berikutnya.
Tahap ini dapat dilewati jika Anda tidak ingin mengubah warna asli kayu jati. Jika tidak menggunakan pewarna sama sekali, proses bisa langsung dilanjutkan ke sanding sealer atau clear coat.
Baca juga : 3 Warna Plitur Kayu Jati Natural yang Paling Disukai Pengrajin
5. Penggunaan Sanding Sealer
Penggunaan sanding sealer juga bersifat opsional. Fungsinya untuk memperhalus permukaan dan membantu menutup pori kayu.
Setelah pewarnaan, biasanya muncul serat halus atau bulu kayu yang naik. Jika langsung diamplas, warna bisa ikut terkikis. Sanding sealer berperan melindungi lapisan warna agar pengamplasan bisa dilakukan dengan aman. Selain itu, bahan ini juga bisa menghemat penggunaan clear coat.
Aplikasikan sanding sealer sebanyak dua layer. Setiap lapisan perlu dikeringkan, lalu diamplas menggunakan kertas amplas nomor 400.
Biasanya, Sanding Sealer digunakan setelah tahap aplikasi liquid stain.
6. Aplikasi Clear Coat untuk Perlindungan Kayu Jati
Aplikasi Biovarnish Clear Coat menjadi tahap wajib karena lapisan ini menentukan tingkat proteksi dan jenis tampilan.
Clear coat melindungi kayu dari gesekan, panas, air, dan kelembapan. Lapisan ini juga menentukan hasil tampilan, apakah matte atau glossy, sesuai pilihan Anda.
Cara aplikasinya cukup dengan mencampurkan clear coat dan air dengan perbandingan 1:1, lalu diaplikasikan secara merata ke seluruh permukaan kayu.
Hasil Finishing Kayu Jati Natural yang Mudah Diterapkan
Dengan tahapan yang tepat dan proses yang rapi, finishing kayu jati natural dapat dilakukan dengan mudah, bahkan oleh pemula.
Pemilihan bahan finishing juga berpengaruh pada kualitas hasil. Jika ingin proses yang lebih praktis dengan hasil yang memuaskan, gunakan rangkaian produk finishing water based dari Biovarnish.
Kabar baiknya produk Biovarnish sudah bersertifikat dan memenuhi standar regulasi ECHA dan US EPA. Selain praktis juga aman bagi kesehatan maupun lingkungan.
Untuk pemesanan bahan finishing kayu jati, silakan klik banner di bawah ini.




