Ide Finishing Rotan Menarik untuk Kerajinan dan Furniture

  • By Biovarnish - 29 Nopember 2025 - 02:16:00

 

Kerajinan anyaman biasanya terbuat dari bahan rotan yang lentur. Walaupun ada banyak serat alam lain seperti bambu atau eceng gondok, namun rotan masih jadi andalan. Dibandingkan anyaman dari eceng gondok ataupun bambu, tentu bahan rotan lebih kuat. Selain dari sisi kekuatan, kualitas suatu produk rotan juga sangat dipengaruhi oleh hasil finishingnya.

Pada era 1970-an, rotan biasanya dibiarkan polos tanpa warna. Tampilan alaminya yang pucat membuat produk kurang menarik di pasaran. Sekarang pilihan finishing rotan jauh lebih beragam. Warna natural yang kaya dan dalam bisa dicapai dengan mudah, begitu juga warna solid seperti putih, pastel, atau warna-warna cerah lainnya.

Bagian berikut membahas teknik finishing rotan yang mudah diterapkan dengan hasil yang indah.

Jenis Finishing Rotan


Secara umum cara finishing rotan mirip dengan finishing kayu. Perbedaannya, rotan memiliki permukaan licin dan mengandung lilin alami, sehingga proses pembersihannya perlu lebih teliti. Sebelum mulai bekerja, pastikan debu, minyak, dan wax sudah hilang, dan kadar air di dalam rotan dikurangi melalui pemanasan.

Berikut beberapa pilihan finishing yang umum digunakan.

1. Finishing Natural


Tipe finishing satu ini tidak merubah warna serat rotan. Tidak semua rotan berwarna pucat, sebagian ada yang memiliki warna asli yang indah. Bahkan, batang tua dengan yang muda sudah punya warna yang berbeda. Rotan bagian tengah dan ujung pun warnanya juga tak sama. Jika rotan Anda sudah berwarna menawan maka finishing natural adalah pilihan terbaik.

Cara finishing natural pada rotan yaitu penggunaan bahan sanding sealer dan clear coat.

  • Pertama amplas permukaan rotan.

  • Campurkan sanding sealer water based dengan air, kemudian aduk merata. Aplikasikan pada media rotan bisa dengan alat kuas atau spray gun. Tunggu sampai kering lalu amplas dengan grit nomor 400.

  • Lindungi dengan lapisan clear coat. Campurkan clear coat water based dengan air perbandingan 1 : 1. Aplikasikan secara merata dan bisa diulang sebanyak dua kali agar perlindungan lebih optimal.


2. Finishing dengan Wood Stain atau Plitur


Jenis finishing ini tidak jauh beda dengan tampilan natural. Bedanya yaitu pemberian warna alami berupa wood stain. Wood stain merupakan plitur warna kayu yang mana terdapat 20 pilihan warna natural. Ketika menggunakan wood stain water based dari Biovarnish maka tidak memerlukan sanding sealer. Namun di tahap akhir tetap perlu dilindungi dengan clear coat.

3. Finishing Warna Solid


Finishing warna solid menutup sepenuhnya warna asli rotan. Pilihan warna solid sangat beragam seperti putih, hitam, abu-abu, merah, hijau, biru, hingga warna pastel. Proses finishing solid perlu cat dasar terlebih dahulu agar hasil tidak belang.

4. Finishing Antik dengan Glaze


Jenis finishing ini akan membuat anyaman rotan terlihat antik. Biovarnish Glaze adalah lapisan transparan yang menciptakan efek tekstur, antik dan estetik.
Dempul Natural Kayu Untuk Finishing Furniture Mebel
Warna natural dengan efek kedalaman warna hitam. Perbedaan antara Biovarnish Glaze dengan wood stain adalah lapisan glaze tidak cepat kering sehingga mudah diusap.

Cara aplikasinya:

  • Campur glaze dengan sedikit air.

  • Aplikasikan ke permukaan rotan.

  • Lap glaze sebelum benar-benar kering agar efek antiknya muncul.



Baca juga : Cara Finishing Efek Antik dengan Cat Kayu

Bagi Anda yang ingin finishing rotan dengan Biovarnish Wood Stain, Sanding Sealer, Glaze, maupun Clear Coat, dapat langsung klik banner di bawah ini untuk pemesanan produknya.


Chat via WhatsApp