Plitur Kayu Campuran Air Pengganti Thinner, Lebih Aman dan Praktis

  • By Biovarnish - 14 Nopember 2025 - 06:51:26

 

Apakah Anda sudah terbiasa menggunakan plitur kayu berpelarut thinner? Jenis plitur ini sering kali beraroma menyengat yang menyebabkan pusing bahkan sesak napas jika terhirup terus-menerus. Ternyata bukan tanpa alasan, plitur kayu campuran thinner memang mengandung senyawa yang menguap ke udara. Senyawa inilah yang menimbulkan bau serta masalah kesehatan. Oleh sebab itu, banyak pengrajin mulai beralih ke jenis plitur kayu campuran air. Tidak hanya lebih sehat tetapi juga hemat, praktis, dan ramah lingkungan.

Peralihan dari Plitur Thinner ke Plitur Kayu Campuran Air


Selama bertahun-tahun, thinner menjadi andalan dalam proses finishing karena fungsinya melarutkan plitur kayu. Sayangnya, thinner mengandung senyawa organik mudah menguap (VOC) yang menimbulkan bau tajam dan dapat membahayakan sistem pernapasan bila terhirup terus-menerus.

Kondisi tersebut mendorong produsen mengembangkan formula plitur campuran air yang lebih ramah bagi manusia dan lingkungan. Plitur jenis ini tidak lagi memerlukan thinner, cukup dicampur dengan air bersih dalam takaran tertentu untuk mencapai viskositas ideal.

Perbedaan Plitur Kayu Campuran Air dan Plitur Berpelarut Thinner


Keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sisi pelarut, aroma, dan hasil. Cat berbasis thinner menggunakan pelarut kimia seperti toluena atau aseton. Sedangkan plitur kayu campuran air menggunakan air sebagai medium utama, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat.

Dari segi tampilan, plitur water based atau berpelarut air menghasilkan lapisan warna lebih alami dan tidak mudah menguning seiring waktu. Sementara itu, cat thinner cenderung cepat kering, namun terkadang reaksi pelarut solvent (thinner) dengan panas matahari bisa menimbulkan warna menguning.

Selain itu, thinner juga meninggalkan residu kimia yang dapat merusak alat dan permukaan kerja. Kuas atau spray gun yang tidak langsung dibersihkan bisa menjadi keras dan tidak bisa dipakai ulang. Dalam jangka panjang, uap thinner juga menempel pada dinding dan perabot, meninggalkan bau tajam yang sulit dihilangkan. Karena itu, beralih ke plitur kayu campuran air bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga investasi pada kebersihan ruang kerja dan peralatan.

Perbedaan mendasar ini membuat plitur kayu campuran air (water based) lebih mudah digunakan, terutama untuk pekerjaan finishing di area indoor serta untuk proyek seperti furnitur interior, mainan anak, atau kerajinan rumah tangga.

Kelebihan Plitur Kayu Campuran Air


Penggunaan air sebagai pelarut membawa banyak keuntungan bagi pengguna. Berikut beberapa di antaranya:

1. Aman untuk Pengguna dan Lingkungan


Tidak mengandung senyawa berbahaya dan beracun, rendah VOC (Volatile Organic Compounds), sehingga aman bagi pekerja maupun penghuni rumah. Uap yang dihasilkan saat aplikasi pun tidak menimbulkan iritasi pada mata atau saluran napas.

2. Praktis dalam Pencampuran dan Pembersihan


Cukup menggunakan air bersih atau dapat juga ditambah sabun untuk membersihkan peralatan setelah digunakan. Dengan catatan kuas atau peralatan belum kaku atau mengeras.

Sementara jenis cat minyak atau solvent harus memakai thinner untuk membersihkan peralatannya. Dimana semakin banyak bahan thinner maka biaya pengeluaran lebih mahal dan berisiko terbakar.

3. Cepat Kering dan Tidak Lengket


Meski berbasis air, formulanya sudah dirancang agar cepat kering tanpa bantuan panas tinggi. Lapisan plitur juga tidak lengket di tangan setelah kering.

4. Tampilan Finishing


Warna yang dihasilkan oleh plitur kayu campuran air yaitu warna natural dengan pilihan tampilan gloss dan matte.

Kekurangan dan Tantangan Penggunaan


Meskipun punya banyak kelebihan, plitur kayu campuran air juga membutuhkan ketelitian dalam proses aplikasi. Suhu dan kelembapan udara memengaruhi kecepatan pengeringan. Jika digunakan di tempat terlalu lembap, plitur bisa lebih lama kering atau mudah kotor akibat debu yang menempel pada lapisan yang masih basah.

Vikositas dan kekentalan plitur juga perlu diperhatikan karena menentukan ketebalan warna serta risiko blocking atau lengket. Anda bisa memakai viskometer untuk menentukan kekentalan yang ideal, biasanya untuk wood stain atau plitur sekitar 12 detik, atau perbandingan 2 bahan dengan 1 air. Sementara untuk plitur clear coat gunakan perbandingan 1:1 agar tidak lengket.
Baca juga : Plitur Kayu Antiblocking, Solusi Finishing Bebas Lengket

Cara Aplikasi Plitur Kayu Campuran Air yang Benar


Untuk mendapatkan hasil terbaik, proses aplikasi perlu dilakukan secara runtut dan tepat.

  1. Amplas permukaan. Bersihkan kayu lalu amplas dengan nomor 180-240 agar rata serta halus.

  2. Pencampuran plitur. Tambahkan air sesuai kebutuhan viskositas alat semprot atau kuas. Lalu aduk sampai homogen.

  3. Aplikasi lapisan pertama. Gunakan kuas lembut atau spray. Biarkan kering sekitar 30-60 menit sebelum diamplas ambang. Amplas ambang di sini sangatlah halus, tidak perlu banyak mengenai permukaan kayu agar lapisan pertama tidak terkikis.

  4. Lapisan kedua dan ketiga. Aplikasikan dua atau tiga lapisan agar hasil lebih merata dan warna lebih tajam. Jika dirasa warna masih kurang maka bisa menambah lapisan selanjutnya dengan teknik yang sama.

  5. Lapisi dengan plitur kayu clear coat sebagai pelindung. Khusus Clear Coat gunakan perbandingan campuran 1:1 yaitu tingkat kekentalan yang pas agar tidak blocking.

  6. Proses pengeringan. Biarkan kering alami di tempat bersirkulasi udara baik tanpa paparan sinar matahari langsung.


Kondisi lingkungan juga sangat menentukan hasil akhir. Bila udara terlalu lembap, gunakan kipas atau ventilasi tambahan untuk mempercepat pengeringan alami. Sebelum mulai mengecat, lap permukaan kayu dengan kain agar debu tidak menempel. Hindari meniup permukaan yang baru dicat karena dapat meninggalkan noda atau tekstur tidak rata. Sisa plitur sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak menggumpal atau mengering.


Efisiensi Biaya dan Keamanan Penggunaan


Salah satu alasan kuat mengapa plitur kayu campuran air makin diminati ialah efisiensi yang dihasilkan. Pengguna tidak perlu membeli thinner tambahan, sehingga biaya finishing dapat ditekan. Selain itu, alat seperti kuas, spray gun, dan wadah lebih mudah dibersihkan selama tidak menunggu mengering.

Dari sisi keamanan, risiko kebakaran jauh lebih rendah karena tidak ada pelarut mudah terbakar. Bagi pelaku industri kecil atau hobi rumahan, ini jelas memberikan kenyamanan dan rasa aman saat bekerja di area tertutup.

Selain lebih hemat, alat kerja juga lebih awet karena tidak terpapar bahan kimia keras. Dalam jangka panjang, biaya operasional menurun dan kualitas hasil finishing tetap konsisten.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan


Plitur kayu campuran air memiliki kadar VOC yang sangat rendah dibanding cat thinner. Artinya, emisi gas beracun yang dilepaskan ke udara saat pengeringan jauh lebih sedikit. Penggunaan di ruang dalam rumah pun aman untuk anak-anak maupun hewan peliharaan.

Banyak negara telah membatasi penggunaan cat berbasis thinner karena kontribusinya terhadap polusi udara dan gangguan kesehatan jangka panjang. Dengan beralih ke plitur berbasis air, pengguna ikut berperan menjaga kualitas udara serta kesehatan lingkungan sekitar.

Rekomendasi Produk yang Cocok


Bagi yang ingin mencoba plitur kayu campuran air berkualitas maka bisa memilih Biovarnish. Produk ini diformulasikan khusus untuk menghasilkan finishing halus, cepat kering, serta memiliki daya rekat tinggi tanpa bau menyengat. Biovarnish juga sudah memenuhi standar keamanan internasional seperti US EPA dan ECHA.

Aplikasi produknya cocok untuk berbagai proyek, mulai dari furnitur rumah, pintu, hingga kerajinan kayu dekoratif. Dengan pemakaian yang efisien dan hasil natural, Biovarnish membantu pengguna mendapatkan kualitas finishing profesional tanpa repot.

Untuk pemesanan Biovarnish dan informasi lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah ini.


Chat via WhatsApp