Plitur Kayu Pengertian Jenis dan Cara Pakainya Supaya Mengkilap
- By Biovarnish - 03 Maret 2026 - 02:32:33
Hampir semua orang, terutama pengrajin, pasti mengenal istilah plitur kayu. Bahan finishing ini digunakan untuk memperindah tampilan sekaligus menonjolkan serat alami kayu.
Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan antara plitur kayu, pernis, dan bahan finishing lainnya. Apakah plitur dan pernis sebenarnya sama? Apa saja fungsi plitur dan bagaimana cara aplikasinya yang tepat?
Pemahaman mengenai plitur kayu penting agar dapat memilih bahan sesuai kebutuhan sehingga hasil finishing lebih optimal.
Terdapat banyak pemahaman yang berbeda mengenai plitur kayu di Indonesia. Ada yang lebih mengenalnya sebagai oker maupun shellac.
Secara istilah, plitur atau politur diambil dari bahasa Belanda. Plitur adalah campuran antara shellac dengan spiritus.

Shellac sendiri merupakan resin alami yang dihasilkan oleh sekresi kumbang lac. Shellac biasanya dijual dalam bentuk kepingan dengan warna yang beragam seperti kuning, oranye, hingga kecokelatan, yang kemudian dilarutkan dengan spiritus.
Metode plitur dengan shellac dan spiritus merupakan metode finishing kayu yang paling tua dan alami.
Kini seiring perkembangan jaman mulai banyak bermunculan inovasi bahan finishing baru. Sehingga kini banyak yang lebih mengenal plitur sebagai pewarna kayu atau stain, tidak sebatas shellac saja.
Politur merupakan pewarna kayu yang bersifat transparan sehingga tidak menutup serat alami kayu, justru membuatnya semakin indah. Umumnya politur tersedia dalam warna cokelat natural.
Sementara bedanya dengan pernis yaitu pernis merupakan bahan finishing dengan tampilan transparan sehingga serat kayu masih terlihat. Makna transparan di sini dapat berupa pemberian warna maupun tanpa warna, namun tetap tidak menutup serat kayu.
Jadi plitur dapat dikategorikan ke dalam jenis pernis.
Kini semakin beragam jenis finishing kayu yang memberi warna natural transparan. Di bawah ini adalah dua jenis plitur berdasarkan pelarutnya.
Semua jenis plitur perlu dilarutkan dengan pengencer supaya teksturnya tidak terlalu kental. Plitur solvent based mengandung resin yang membutuhkan pelarut solvent, misalnya thinner atau spiritus.
Namun kini penggunaannya mulai tergantikan karena kurang aman bagi kesehatan. Pelarut solvent seperti thinner atau spiritus berbau menyengat.
Bau ini tidak hanya mengganggu kenyamanan saat proses finishing tetapi juga menghasilkan senyawa berbahaya jika terus-menerus kontak dengan kulit atau terhirup.
Selain itu bahan solvent juga rentan terbakar sehingga pemakaian dan penyimpanannya harus lebih hati-hati.
Plitur water based menggunakan air sebagai pelarut sehingga banyak yang mulai beralih ke jenis plitur ini. Meskipun berbasis air namun hasil tampilannya tetap bisa bersaing.
Kelebihan plitur berbasis air adalah lebih aman dan ramah lingkungan. Pengencer yang digunakan hanya air sehingga fleksibilitas lapisan film lebih baik, tidak menimbulkan bau menyengat, serta lebih direkomendasikan untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Selain itu, biaya produksi dapat ditekan karena tidak memerlukan thinner atau pelarut kimia lainnya. Penggunaannya juga lebih aman, terutama saat diaplikasikan dengan metode penyemprotan atau spray.
Apabila ingin plitur kayu dengan warna natural dan tampilan mengkilap maka bisa menerapkan langkah-langkah di bawah ini.
Bahan-bahan yang dibutuhkan berupa Biovarnish Wood Stain untuk memberi warna tanpa menutup serat kayu dan Biovarnish Clear Coat untuk lapisan pelindung dan memberi efek kilap.
Bersihkan kayu dari berbagai noda seperti jamur, minyak, dan kotoran lainnya. Pembersihan ini dapat memakai kain.
Pengamplasan awal berguna untuk menghaluskan dan meratakan permukaan media. Amplas dengan ukuran 180 atau 240. Juga dapat memilih ukuran amplas lain sesuai dengan kondisi awal kayu.
Apabila serat sangat kasar dapat memakai ukuran amplas yang lebih kecil atau kasar, kemudian ditingkatkan ke amplas yang lebih halus hingga diperoleh tampilan yang rata.
Pengamplasan ada yang dilakukan secara manual dan memakai mesin sander. Pilih sesuai ketersediaan dan kebutuhan. Untuk pengamplasan manual bisa menggunakan alat bantu balok kecil diatasnya agar tekanan merata dan mempermudah proses.
Setelah permukaan terasa halus, bersihkan debu amplas memakai kain.
Biopaint Biovarnish Wood Stain digunakan untuk memberi tampilan warna natural. Hasilnya serat masih terlihat dengan warna natural sesuai harapan.
Pertama campurkan wood stain dengan air menggunakan perbandingan 2 bagian bahan : 1 bagian air. Kemudian aduk hingga tercampur merata.
Pilih alat aplikasi entah itu kuas atau spray gun. Aplikasikan secara merata dengan gerakan dan tekanan yang konsisten. Setelah dirasa sudah rata, lalu tunggu hingga lapisan tersebut kering.
Kemudian amplas ambang dengan grit sangat halus yakni 400. Pengamplasan ambang ini harus dilakukan secara hati-hati, jangan terlalu ditekan hingga merusak warna, cukup dilakukan tipis atau tidak terlalu menekan media.
Lalu aplikasikan lapisan selanjutnya. Lapisan kedua berfungsi memperkuat hasil warna. Ulangi seperti pada layer pertama. Lapisi hingga 2-3 layer atau lebih sesuai dengan kepekatan warna yang diinginkan.
Terakhir adalah lapisan Biopaint Biovarnish Clear Coat. Fungsi dari bahan ini adalah melindungi dari cuaca, air, dan berbagai ancaman kerusakan, sehingga penggunaannya sangat penting. Bahan ini juga yang memberikan tampilan mengkilap atau glossy.
Untuk hasil glossy dapat memilih produk clear coat gloss, namun jika lebih menyukai tampilan matte maka bisa memilih clear coat yang matte.
Tahap aplikasinya yaitu pertama campur dengan air menggunakan perbandingan 1 : 1. Aduk hingga tercampur homogen. Aplikasikan secara merata lalu tunggu hingga mengering. Ulangi sebanyak dua lapisan.
Memilih plitur kayu yang bagus dapat berdasarkan tampilan warna yang dihasilkan, kemudahan aplikasi, serta keamanan.

Biopaint Biovarnish adalah plitur kayu jenis water based yang hanya perlu pelarut air. Tidak menimbulkan aroma menyengat karena tanpa thinner ataupun pelarut solvent lainnya.
Aplikasi mudah dan hemat hanya butuh pencampuran dengan air, lalu dapat diaplikasikan dengan berbagai jenis alat aplikasi baik spray gun maupun kuas.
Bahkan jenis plitur water based seperti Biopaint Biovarnish dapat diaplikasikan memakai kuas spons yang mana kuas ini tidak bisa untuk jenis solvent. Hasilnya pun lebih rapi dan terhindari dari brush mark.
Dari segi keamanan tentu karena Biopaint Biovarnish low VOC (Volatile Organic Compounds). Produk ini juga sudah memenuhi standar keamanan internasional yakni REACH dari Uni Eropa dan ECA untuk Amerika. Sehingga dapat mendukung produk kerajinan maupun furniture kayu yang ingin menembus pasar ekspor.
Biopaint Biovarnish punya berbagai keunggulan lain seperti tahan cuaca, anti gores, aman dan ramah lingkungan, warna cerah, transparansi bagus, cepat kering, daya rekat kuat, serta mudah digunakan.
Untuk pilihan tampilan natural tersedia dalam 20 warna seperti walnut brown, gardena teak, yellow ox, red GL, papua rose, sonokeling, dan masih banyak lagi.
Apabila Anda tertarik memesan Biopaint Biovarnish atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai produk, maka bisa klik banner di bawah ini.

Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan antara plitur kayu, pernis, dan bahan finishing lainnya. Apakah plitur dan pernis sebenarnya sama? Apa saja fungsi plitur dan bagaimana cara aplikasinya yang tepat?
Pemahaman mengenai plitur kayu penting agar dapat memilih bahan sesuai kebutuhan sehingga hasil finishing lebih optimal.
Apa Itu Plitur Kayu
Terdapat banyak pemahaman yang berbeda mengenai plitur kayu di Indonesia. Ada yang lebih mengenalnya sebagai oker maupun shellac.
Secara istilah, plitur atau politur diambil dari bahasa Belanda. Plitur adalah campuran antara shellac dengan spiritus.

Shellac sendiri merupakan resin alami yang dihasilkan oleh sekresi kumbang lac. Shellac biasanya dijual dalam bentuk kepingan dengan warna yang beragam seperti kuning, oranye, hingga kecokelatan, yang kemudian dilarutkan dengan spiritus.
Metode plitur dengan shellac dan spiritus merupakan metode finishing kayu yang paling tua dan alami.
Kini seiring perkembangan jaman mulai banyak bermunculan inovasi bahan finishing baru. Sehingga kini banyak yang lebih mengenal plitur sebagai pewarna kayu atau stain, tidak sebatas shellac saja.
Politur merupakan pewarna kayu yang bersifat transparan sehingga tidak menutup serat alami kayu, justru membuatnya semakin indah. Umumnya politur tersedia dalam warna cokelat natural.
Sementara bedanya dengan pernis yaitu pernis merupakan bahan finishing dengan tampilan transparan sehingga serat kayu masih terlihat. Makna transparan di sini dapat berupa pemberian warna maupun tanpa warna, namun tetap tidak menutup serat kayu.
Jadi plitur dapat dikategorikan ke dalam jenis pernis.
Baca juga : Pernis Kayu Clear dan Kegunaannya untuk Finishing Kayu Natural
Jenis Plitur Kayu
Kini semakin beragam jenis finishing kayu yang memberi warna natural transparan. Di bawah ini adalah dua jenis plitur berdasarkan pelarutnya.
Plitur Solvent Based
Semua jenis plitur perlu dilarutkan dengan pengencer supaya teksturnya tidak terlalu kental. Plitur solvent based mengandung resin yang membutuhkan pelarut solvent, misalnya thinner atau spiritus.
Namun kini penggunaannya mulai tergantikan karena kurang aman bagi kesehatan. Pelarut solvent seperti thinner atau spiritus berbau menyengat.
Bau ini tidak hanya mengganggu kenyamanan saat proses finishing tetapi juga menghasilkan senyawa berbahaya jika terus-menerus kontak dengan kulit atau terhirup.
Selain itu bahan solvent juga rentan terbakar sehingga pemakaian dan penyimpanannya harus lebih hati-hati.
Plitur Water Based
Plitur water based menggunakan air sebagai pelarut sehingga banyak yang mulai beralih ke jenis plitur ini. Meskipun berbasis air namun hasil tampilannya tetap bisa bersaing.
Kelebihan plitur berbasis air adalah lebih aman dan ramah lingkungan. Pengencer yang digunakan hanya air sehingga fleksibilitas lapisan film lebih baik, tidak menimbulkan bau menyengat, serta lebih direkomendasikan untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Selain itu, biaya produksi dapat ditekan karena tidak memerlukan thinner atau pelarut kimia lainnya. Penggunaannya juga lebih aman, terutama saat diaplikasikan dengan metode penyemprotan atau spray.
Cara Plitur Kayu Supaya Mengkilap
Apabila ingin plitur kayu dengan warna natural dan tampilan mengkilap maka bisa menerapkan langkah-langkah di bawah ini.
Bahan-bahan yang dibutuhkan berupa Biovarnish Wood Stain untuk memberi warna tanpa menutup serat kayu dan Biovarnish Clear Coat untuk lapisan pelindung dan memberi efek kilap.
1. Bersihkan permukaan media kayu
Bersihkan kayu dari berbagai noda seperti jamur, minyak, dan kotoran lainnya. Pembersihan ini dapat memakai kain.
2. Amplas hingga halus dan merata
Pengamplasan awal berguna untuk menghaluskan dan meratakan permukaan media. Amplas dengan ukuran 180 atau 240. Juga dapat memilih ukuran amplas lain sesuai dengan kondisi awal kayu.
Apabila serat sangat kasar dapat memakai ukuran amplas yang lebih kecil atau kasar, kemudian ditingkatkan ke amplas yang lebih halus hingga diperoleh tampilan yang rata.
Pengamplasan ada yang dilakukan secara manual dan memakai mesin sander. Pilih sesuai ketersediaan dan kebutuhan. Untuk pengamplasan manual bisa menggunakan alat bantu balok kecil diatasnya agar tekanan merata dan mempermudah proses.
Setelah permukaan terasa halus, bersihkan debu amplas memakai kain.
3. Aplikasi Biovarnish Wood Stain
Biopaint Biovarnish Wood Stain digunakan untuk memberi tampilan warna natural. Hasilnya serat masih terlihat dengan warna natural sesuai harapan.
Pertama campurkan wood stain dengan air menggunakan perbandingan 2 bagian bahan : 1 bagian air. Kemudian aduk hingga tercampur merata.
Pilih alat aplikasi entah itu kuas atau spray gun. Aplikasikan secara merata dengan gerakan dan tekanan yang konsisten. Setelah dirasa sudah rata, lalu tunggu hingga lapisan tersebut kering.
Kemudian amplas ambang dengan grit sangat halus yakni 400. Pengamplasan ambang ini harus dilakukan secara hati-hati, jangan terlalu ditekan hingga merusak warna, cukup dilakukan tipis atau tidak terlalu menekan media.
Lalu aplikasikan lapisan selanjutnya. Lapisan kedua berfungsi memperkuat hasil warna. Ulangi seperti pada layer pertama. Lapisi hingga 2-3 layer atau lebih sesuai dengan kepekatan warna yang diinginkan.
4. Aplikasi Biovarnish Clear Coat
Terakhir adalah lapisan Biopaint Biovarnish Clear Coat. Fungsi dari bahan ini adalah melindungi dari cuaca, air, dan berbagai ancaman kerusakan, sehingga penggunaannya sangat penting. Bahan ini juga yang memberikan tampilan mengkilap atau glossy.
Untuk hasil glossy dapat memilih produk clear coat gloss, namun jika lebih menyukai tampilan matte maka bisa memilih clear coat yang matte.
Tahap aplikasinya yaitu pertama campur dengan air menggunakan perbandingan 1 : 1. Aduk hingga tercampur homogen. Aplikasikan secara merata lalu tunggu hingga mengering. Ulangi sebanyak dua lapisan.
Plitur Kayu yang Bagus Biopaint Biovarnish
Memilih plitur kayu yang bagus dapat berdasarkan tampilan warna yang dihasilkan, kemudahan aplikasi, serta keamanan.

Biopaint Biovarnish adalah plitur kayu jenis water based yang hanya perlu pelarut air. Tidak menimbulkan aroma menyengat karena tanpa thinner ataupun pelarut solvent lainnya.
Aplikasi mudah dan hemat hanya butuh pencampuran dengan air, lalu dapat diaplikasikan dengan berbagai jenis alat aplikasi baik spray gun maupun kuas.
Bahkan jenis plitur water based seperti Biopaint Biovarnish dapat diaplikasikan memakai kuas spons yang mana kuas ini tidak bisa untuk jenis solvent. Hasilnya pun lebih rapi dan terhindari dari brush mark.
Dari segi keamanan tentu karena Biopaint Biovarnish low VOC (Volatile Organic Compounds). Produk ini juga sudah memenuhi standar keamanan internasional yakni REACH dari Uni Eropa dan ECA untuk Amerika. Sehingga dapat mendukung produk kerajinan maupun furniture kayu yang ingin menembus pasar ekspor.
Biopaint Biovarnish punya berbagai keunggulan lain seperti tahan cuaca, anti gores, aman dan ramah lingkungan, warna cerah, transparansi bagus, cepat kering, daya rekat kuat, serta mudah digunakan.
Untuk pilihan tampilan natural tersedia dalam 20 warna seperti walnut brown, gardena teak, yellow ox, red GL, papua rose, sonokeling, dan masih banyak lagi.
Apabila Anda tertarik memesan Biopaint Biovarnish atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai produk, maka bisa klik banner di bawah ini.




