Bagaimana Kah Seharusnya Finishing Pada Kayu Pinus Agar Lebih Halus?

  • By Biovarnish - 19 Nopember 2019 - 20:37:30

 

Kayu pinus sudah tidak asing lagi di kalangan mebeling atau dunia perkayuan. Di Indonesia, kayu pinus menjadi salah satu kayu yang mumpuni digunakan untuk kebutuhan furniture kekinian. Sayangnya, kayu pinus merupakan jenis kayu lunak sehingga ketahanan dan keawetannya tidak sebaik jenis kayu jati maupun jenis kayu lainnya. Sehingga tidak bisa digunakan secara langsung sebab sangat riskan mengalami kerusakan.

Kerusakan yang terjadi pada kayu pinus pada umumnya disebabkan oleh jamur yang dikenal dengan jamur blue stain. Jamur tersebut adalah jamur yang merusak bagian serat kayu sehingga warna pada kayu tersebut biasanya akan berubah seperti warna biru kehitaman. Hingga saat ini, untuk menghilangkan jamur blue stain pada kayu belum ditemukan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menyamarkan bekas blue stain dengan cara memutihkan kayu. Meskipun demikian, apabila kayu sudah terserang jamur blue stain maka harga jualnya pun akan lebih rendah.

Disisi lain kelemahan dari kayu pinus yang mudah terserang jamur blue stain, kayu tersebut juga memiliki banyak mata kayu karena kayu pinus biasanya memiliki cabang yang banyak. Sehingga, kayu pinus tidak disarankan untuk finishing warna solid karena mata kayu yang dimilikinya. Kebanyakan kayu yang memiliki mata kayu yang banyak seperti kayu pinus adalah warna natural kayu karena bisa diatasi dengan dempul dan tidak memberikan gradasi warna yang signifikan. Justru dengan tampilan kayu akan memberikan kesan yang natural.

Karena kayu pinus memiliki banyak mata kayu, namun serat dari kayu ini cukup halus dan rapi sehingga hasil warnanya pun akan semakin eksotis. Jadi wajar saja jika banyak pengusaha maupun pengrajin kayu lebih memilih tampilan transparan natural yang menonjolkan sisi serat kayu yang dimiliki oleh kayu pinus.

Pengolahan Kayu Pinus Dengan Cara Yang Tepat


Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa kayu pinus merupakan kayu yang sangat rentan terserang jamur blue stain serta memiliki mata kayu yang cukup banyak. Sehingga, finishing yang dilakukan pun tidak boleh sembarangan. Terlebih, kayu pinus adalah jenis kayu lunak sehingga dibutuhkan teknik finishing yang tepat agar menghasilkan transparansi warna yang menarik.

Sebelum melakukan finishing, maka dibutuhkan beberapa tahapan. Berikut langkah-langkah pengolahan kayu pinus yang harus Anda lakukan:

  • Treatment


Setelah kayu ditebang, bisa langsung melakukan pengeringan namun jika jenis kayu adalah kayu lunak seperti kayu pinus maka Anda bisa melakukan cara treatment yakni memberikan obat anti serangga maupun obat anti jamur atau keduanya. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan 2 cara yakni direndam atau vakum tekan. Dengan cara direndam biasanya memakan waktu berhari-hari hingga 2 minggu. Sedangkan vakum tekan bisa dilakukan dalam wakyu yang lebih cepat.

  • Pengeringan


Setelah kayu pinus melalui tahap treatment, jangan biarkan kayu pinus dibiarkan dalam waktu yang lama. Sebab, apabila dibiarkan dalam ruang terbuka maupun langsung dimasukkan ke gudang maka akan mudah terserang jamur blue stain dan serangga perusak kayu. Langkah yang harus dilakukan setelah ditebang adalah dengan mengeringkannya. Masukkan dalam oven hingga tingkat kekeringan kayu pinus MC pada level 12%. Tingkat kekeringan tersebut merupakan standar bagi semua kayu karena tidak terlalu basah maupun kering.

  • Finishing


Setelah dikeringkan, Anda bisa masukkan ke dalam gudang atau langsung lakukan finishing. Terkhusus untuk finishing kayu dengan tampilan natural kayu maka lakukan dengan tahap base coat, main coat dan top coat. Sebelum dilakukan pengaplikasian coating, akan lebih baik amplas terlebih dahulu permukaan kayu agar lebih rata dan bersih dari berbagai macam noda, minyak dan kotoran lainnya.

Finishing Natural Transparan Pada Kayu Pinus


Finishing dengan hasil tampilan natural transparan merupakan tampilan yang tepat untuk kayu pinus yang notabene memiliki serat yang indah dan memiliki mata kayu yang cukup banyak. Mata kayu pada kayu biasanya akan memberikan nilai negatif pada furniture namun bila dilakukan dengan cara yang benar maka hasilnya akan lebih menakjubkan.

Biasanya untuk finishing untuk hasil warna natural transparan cukup menggunakan plitur. Sebab, warna yang dibutuhkan hanya cukup mempertajam warna asli pada kayu tersebut. Disisi lain plitur adalah cat kayu yang menghasilkan warna yang baik, cat kayu tersebut juga mudah dilakukan dan banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa plitur yang selama ini banyak digunakan justru tidak baik untuk kesehatan dan berdampak buruk pada lingkungan. Karena plitur tersebut mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan memiliki kandungan VOC yang tinggi sehingga menimbulkan racun dan polusi pada lingkungan.

Anda tidak perlu khawatir karena kini terdapat plitur yang jauh lebih ramah lingkungan dan aman ketika maupun pasca diaplikasikan yakni cat water based atau cat berbasis air. Cat tersebut berbeda dengan cat pada umumnya yang membutuhkan pelarut organik seperti spiritus atau thinner, melainkan cat tersebut hanya cukup menggunakan pelarut air. Nah, meskipun di Indonesia cat water based masih tergolong langka namun terdapat cat water based yang sudah dijamin keamanan dan kualitasnya yaitu Biovarnish.

Biovarnish merupakan cat yang terbuat dari water based acrylic yang sudah disesuaikan dengan standar keamanan bahan kimia internasional seperti US Enviromental Protection Agency dan European Chemical Agency Reach. Biovarnish menawarkan produk finishing yang lengkap, mulai dari basecoat, maincoat dan topcoat.

Berikut finishing natural transparan dengan langkah cepat dan hasil yang menakjubkan menggunakan varian produk finishing Biovarnish:

  • Amplas terlebih dahulu seluruh permukaan kayu pinus agar permukaan lebih halus, bersih dan rata.

  • Gunakan Biovarnish Wood Filler untuk mengatasi mata kayu. Selain itu, aplikasikan ke seluruh permukaan kayu agar pori-pori tertutup dengan baik apabila menginginkan tampilan close pore. Kelebihan close pore untuk finishing adalah membuat cat tidak boros dan hasilnya lebih cepat tampak. Nah, apabila sudah diaplikasikan ke seluruh permukaan kayu maka diamkan selama 20-30 menit. Kemudian amplas menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 240

  • Gunakan Biovarnish Liquid Stain, Anda bisa memilih warna sesuai dengan yang diinginkan sebab Biovarnish tersedia 20 varian warna. Sebelum diaplikasikan, campurkan air dengan perbandingan 2 bahan : 1 air kemudian aduk hingga tercampur dan tidak meninggalkan sisa endapan. Kuaskan/semprotkan ke seluruh permukaan kayu hingga merata kemudian diamkan selama 60 menit. Apabila sudah kering, amplas ambang menggunakan kertas amplas no. 400

  • Gunakan Biovarnish Sanding Sealer. Untuk hasil maksimal, aplikasikan ke permukaan kayu menggunakan Spray gun. Untuk takaran air dan bahan, sama seperti halnya pada tahap sebelumnya. Kemudian diamkan selama 60 menit dan amplas ambang apabila sudah kering

  • Untuk mengunci warna dan memberikan tampilan akhir yang maksimal, gunakan Biovarnish Clear Coat. Anda bisa menggunakan tampilan gloss atau matte, sesuai dengan yang diinginkan. Campurkan air kemudian aplikasikan ke seluruh permukaan kayu. Diamkan selama 30 menit untuk hasil kering sentuh. Apabila tampilannya belum sesuai dengan yang diinginkan, Anda bisa mengulangi tahap ini. Dan jika sudah mendapatkan tampilan yang diinginkan, diamkan selama 24 jam untuk hasil kering packaging atau siap kirim/pakai.


Untuk proses finishing menggunakan cat water based, tidak bergantung pada cuaca melainkan hanya cukup dikeringkan di tempat teduh atau dalam suhu ruangan. Meskipun, dikeringkan dibawah sinar matahari langsung akan lebih cepat kering namun hasilnya tidak akan maksimal.