Cara Aplikasi Clear Coat Pernis Kayu yang Tepat Agar Kuat dan Awet
- By Biovarnish - 19 Mei 2025 - 02:05:27
Clear coat adalah bahan finishing kayu transparan tanpa warna yang wajib digunakan. Bahan finishing ini juga bisa disebut dengan pernis kayu. Fungsinya sangat penting yaitu sebagai lapisan pelindung, baik itu melindungi hasil finishing maupun material kayu.
Aplikasi clear coat membuat kayu terlindungi dari goresan, panas, retak, kelembapan, dan berbagai faktor perusak lainnya. Namun, agar fungsinya dapat optimal, pastikan Anda menerapkan cara mengaplikasikan clear coat yang benar.
Aplikasi yang salah bisa membuat perlindungan clear coat tidak maksimal. Ikuti panduan ini untuk hasil finishing yang lebih awet dan menawan.
Langkah pertama, pilih produk yang tepat agar hasilnya awet. Begitu banyak jenis clear coat dan merek yang beredar di pasaran. Perbedaan jenis ini dibagi berdasarkan tampilan kilap dan bahan penyusun, hingga pelarutnya.
Clear Coat Matte
Hasil tampilan matte tidak mengkilap. Meskipun begitu tampilan ini justru jadi favorit dan tetap terlihat elegan. Terutama pada desain minimalis, biasanya desain ini lebih memilih tampilan yang matte.
Clear Coat Gloss
Tampilan glossy mengkilap atau memantulkan cahaya. Dengan hasil yang glossy, furniture bisa tampil lebih mewah.
Untuk pemilihan tingkat kilap bisa Anda sesuaikan dengan tema desain ataupun selera pribadi.
Clear coat ada yang terbuat dari resin akrilik, alkyd, dan masih banyak lagi. Bahan ini akan menentukan performa clear coat seperti elastisitasnya dan pelarut yang digunakan.
Umumnya clear coat akrilik berjenis water based atau berpelarut air. Jenis akrilik juga lebih elastis atau daya lenturnya baik sehingga tidak mudah retak ketika kayu mengalami perubahan bentuk akibat perubahan suhu.
Ini adalah pemilihan yang penting untuk diperhatikan. Saat ini seluruh dunia mulai mengarah pada produk yang aman dan ramah lingkungan, begitu halnya dalam pemilihan bahan finishing.
Berdasarkan pelarut clear coat dibagi jadi dua yaitu solvent based dan water based. Jenis clear coat solvent based memakai pelarut solvent seperti thinner.
Clear Coat Solvent Based
Jenis solvent biasanya beraroma tajam menyengat. Bukan hanya baunya saja yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan senyawa yang bisa berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan.
Senyawa ini mudah menguap dan dikenal dengan VOC (Volatile Organic Compounds). Berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, organ dalam, dan iritasi dapat timbul akibat paparan solvent berlebih dan terlalu intens.
Clear Coat Water Based
Clear coat water based yaitu jenis clear coat yang menggunakan pelarut air. Jenis ini lebih aman karena rendah VOC, tidak menimbulkan bau menyengat.
Pengecatan terasa nyaman tanpa khawatir risiko kesehatan. Selain itu, jenis clear coat ini juga lebih hemat karena Anda tidak perlu membeli bahan tambahan berupa thinner.
Untuk furniture indoor, Anda bisa memilih produk water based rendah VOC yang aman digunakan di ruang tertutup.
Itulah jenis-jenis clear coat. Pemilihannya pun tidak hanya didasarkan pada jenisnya saja. Tapi perhatikan pula keunggulan masing-masing produk. Pilih produk yang tahan cuaca, water repellent, dan tahan larutan kimia.
Langkah selanjutnya adalah pencampuran clear coat dengan pelarut. Pada jenis water based, campurkan pernis atau clear coat dengan air sesuai takaran yang direkomendasikan produk.
Misalnya, pada Biovarnish Clear Coat, gunakan perbandingan 1 : 1, yaitu satu bagian bahan dan satu bagian air. Fungsi dari perbandingan ini adalah supaya tidak blocking atau timbul bekas jika permukaan saling menempel.
Setelah dicampur maka perlu diaduk sampai homogen hingga tidak ada endapan yang tertinggal di bawah.
Alat aplikasi Clear Coat bisa menggunakan kuas baik itu kuas bulu atau kuas spons. Jika Anda ingin memakai kuas spons pastikan pilih jenis clear coat water based, karena jenis kuas ini khusus untuk produk berbahan dasar atau berpelarut air.
Selain itu Anda juga bisa memilih spray gun jika media yang akan difinishing cukup luas atau banyak. Spray gun dapat mempercepat pekerjaan Anda, hemat waktu dan juga tenaga.
Selalu pastikan alat yang digunakan bersih dan kering. Kuas kotor atau basah bisa menyebabkan lapisan tidak merata dan meninggalkan bekas.
Jika memakai kuas bulu juga harus dipastikan kuas bulu berkualitas baik agar bulunya tidak rontok dan tertinggal di dalam kaleng cat atau lapisan finishing.
Teknik aplikasinya juga harus tepat. Anda bisa menggunakan kuas, spray gun, atau roller, tergantung dari permukaan yang akan difinishing.
Untuk alat kuas, lakukan penguasan searah serat kayu. Pastikan tekanannya merata agar hasilnya rapi.
Untuk aplikasi dengan spray gun, perhatikan jarak semprotan. Jarak yang direkomendasikan yaitu sekitar 15 cm.
Biovarnish clear coat diaplikasikan sebanyak 2 lapis supaya perlindungannya optimal. Antara lapisan pertama dan lapisan kedua harus ditunggu kering, lalu dapat diamplas.
Lakukan pengamplasan secara hati-hati supaya tidak melukai finishing terlalu dalam. Hal ini penting agar tidak merusak warna dan lapisan yang sudah terbentuk.
Setiap lapisan harus dipastikan benar-benar kering sebelum pengamplasan dan menambahkan lapisan berikutnya.
Finishing clear coat tidak hanya bergantung pada produk dan teknik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kondisi kerja.
Suhu ideal untuk aplikasi biasanya berada di suhu ruang. Jika terlalu dingin atau terlalu lembap, proses pengeringan akan terhambat.
Selain suhu, perhatikan juga kondisi cuaca. Tidak disarankan melakukan finishing ketika sedang hujan lebat. Karena udara penuh dengan uap air.
Namun jika terpaksa melakukannya ketika hujan, pastikan ruang finishing tidak terkena percikan air.
Ventilasi menjadi kunci agar hasil optimal. Udara yang mengalir akan membantu pengeringan lebih merata dan mencegah munculnya efek kabut atau blushing.
Cara mengaplikasikan clear coat agar hasil finishing lebih tahan lama tergantung pada produk dan teknik aplikasi.
Teknik, ketelatenan, dan pemahaman terhadap kondisi sekitar juga turut menentukan tampilan dan keawetannya. Dari pemilihan alat, teknik aplikasi, hingga pengeringan yang sabar.
Ingat, finishing yang bagus tidak hanya membuat produk tampak menarik, tetapi juga memperpanjang usia pakainya.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dibahas di atas, Anda bisa menghasilkan lapisan clear coat yang tahan gores, tahan cuaca, dan tetap memukau untuk waktu yang lama.
Untuk hasil terbaik, pertimbangkan menggunakan Biovarnish Clear Coat, yang dirancang khusus agar mudah diaplikasikan dan memberikan perlindungan maksimal dengan tampilan natural yang elegan.
Apabila Anda tertarik membeli Biovarnish Clear Coat atau ingin menanyakan informasi lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah ini.

Aplikasi clear coat membuat kayu terlindungi dari goresan, panas, retak, kelembapan, dan berbagai faktor perusak lainnya. Namun, agar fungsinya dapat optimal, pastikan Anda menerapkan cara mengaplikasikan clear coat yang benar.
Cara Aplikasi Clear Coat yang Benar
Aplikasi yang salah bisa membuat perlindungan clear coat tidak maksimal. Ikuti panduan ini untuk hasil finishing yang lebih awet dan menawan.
1. Pilih Clear Coat Sesuai Kebutuhan
Langkah pertama, pilih produk yang tepat agar hasilnya awet. Begitu banyak jenis clear coat dan merek yang beredar di pasaran. Perbedaan jenis ini dibagi berdasarkan tampilan kilap dan bahan penyusun, hingga pelarutnya.
Jenis Clear Coat Berdasarkan Tingkat Kilap:
Clear Coat Matte
Hasil tampilan matte tidak mengkilap. Meskipun begitu tampilan ini justru jadi favorit dan tetap terlihat elegan. Terutama pada desain minimalis, biasanya desain ini lebih memilih tampilan yang matte.
Clear Coat Gloss
Tampilan glossy mengkilap atau memantulkan cahaya. Dengan hasil yang glossy, furniture bisa tampil lebih mewah.
Untuk pemilihan tingkat kilap bisa Anda sesuaikan dengan tema desain ataupun selera pribadi.
Jenis Clear Coat Berdasarkan Bahan Penyusun
Clear coat ada yang terbuat dari resin akrilik, alkyd, dan masih banyak lagi. Bahan ini akan menentukan performa clear coat seperti elastisitasnya dan pelarut yang digunakan.
Umumnya clear coat akrilik berjenis water based atau berpelarut air. Jenis akrilik juga lebih elastis atau daya lenturnya baik sehingga tidak mudah retak ketika kayu mengalami perubahan bentuk akibat perubahan suhu.
Jenis Clear Coat Berdasarkan Pelarutnya
Ini adalah pemilihan yang penting untuk diperhatikan. Saat ini seluruh dunia mulai mengarah pada produk yang aman dan ramah lingkungan, begitu halnya dalam pemilihan bahan finishing.
Berdasarkan pelarut clear coat dibagi jadi dua yaitu solvent based dan water based. Jenis clear coat solvent based memakai pelarut solvent seperti thinner.
Clear Coat Solvent Based
Jenis solvent biasanya beraroma tajam menyengat. Bukan hanya baunya saja yang mengganggu, tetapi juga menimbulkan senyawa yang bisa berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan.
Senyawa ini mudah menguap dan dikenal dengan VOC (Volatile Organic Compounds). Berbagai masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, organ dalam, dan iritasi dapat timbul akibat paparan solvent berlebih dan terlalu intens.
Clear Coat Water Based
Clear coat water based yaitu jenis clear coat yang menggunakan pelarut air. Jenis ini lebih aman karena rendah VOC, tidak menimbulkan bau menyengat.
Pengecatan terasa nyaman tanpa khawatir risiko kesehatan. Selain itu, jenis clear coat ini juga lebih hemat karena Anda tidak perlu membeli bahan tambahan berupa thinner.
Untuk furniture indoor, Anda bisa memilih produk water based rendah VOC yang aman digunakan di ruang tertutup.
Itulah jenis-jenis clear coat. Pemilihannya pun tidak hanya didasarkan pada jenisnya saja. Tapi perhatikan pula keunggulan masing-masing produk. Pilih produk yang tahan cuaca, water repellent, dan tahan larutan kimia.
2. Campurkan Clear Coat dengan Pelarut Sesuai Jenisnya
Langkah selanjutnya adalah pencampuran clear coat dengan pelarut. Pada jenis water based, campurkan pernis atau clear coat dengan air sesuai takaran yang direkomendasikan produk.
Misalnya, pada Biovarnish Clear Coat, gunakan perbandingan 1 : 1, yaitu satu bagian bahan dan satu bagian air. Fungsi dari perbandingan ini adalah supaya tidak blocking atau timbul bekas jika permukaan saling menempel.
Setelah dicampur maka perlu diaduk sampai homogen hingga tidak ada endapan yang tertinggal di bawah.
3. Pilih Alat Aplikasi
Alat aplikasi Clear Coat bisa menggunakan kuas baik itu kuas bulu atau kuas spons. Jika Anda ingin memakai kuas spons pastikan pilih jenis clear coat water based, karena jenis kuas ini khusus untuk produk berbahan dasar atau berpelarut air.
Selain itu Anda juga bisa memilih spray gun jika media yang akan difinishing cukup luas atau banyak. Spray gun dapat mempercepat pekerjaan Anda, hemat waktu dan juga tenaga.
Selalu pastikan alat yang digunakan bersih dan kering. Kuas kotor atau basah bisa menyebabkan lapisan tidak merata dan meninggalkan bekas.
Jika memakai kuas bulu juga harus dipastikan kuas bulu berkualitas baik agar bulunya tidak rontok dan tertinggal di dalam kaleng cat atau lapisan finishing.
4. Aplikasikan dengan Tepat
Teknik aplikasinya juga harus tepat. Anda bisa menggunakan kuas, spray gun, atau roller, tergantung dari permukaan yang akan difinishing.
Untuk alat kuas, lakukan penguasan searah serat kayu. Pastikan tekanannya merata agar hasilnya rapi.
Untuk aplikasi dengan spray gun, perhatikan jarak semprotan. Jarak yang direkomendasikan yaitu sekitar 15 cm.
5. Aplikasikan Secara Bertahap
Biovarnish clear coat diaplikasikan sebanyak 2 lapis supaya perlindungannya optimal. Antara lapisan pertama dan lapisan kedua harus ditunggu kering, lalu dapat diamplas.
Lakukan pengamplasan secara hati-hati supaya tidak melukai finishing terlalu dalam. Hal ini penting agar tidak merusak warna dan lapisan yang sudah terbentuk.
Setiap lapisan harus dipastikan benar-benar kering sebelum pengamplasan dan menambahkan lapisan berikutnya.
Baca juga : 5 Teknik Pengaplikasian Wood Stain agar Hasil Tidak Belang
Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Finishing Clear Coat
Finishing clear coat tidak hanya bergantung pada produk dan teknik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kondisi kerja.
Suhu
Suhu ideal untuk aplikasi biasanya berada di suhu ruang. Jika terlalu dingin atau terlalu lembap, proses pengeringan akan terhambat.
Selain suhu, perhatikan juga kondisi cuaca. Tidak disarankan melakukan finishing ketika sedang hujan lebat. Karena udara penuh dengan uap air.
Namun jika terpaksa melakukannya ketika hujan, pastikan ruang finishing tidak terkena percikan air.
Ventilasi
Ventilasi menjadi kunci agar hasil optimal. Udara yang mengalir akan membantu pengeringan lebih merata dan mencegah munculnya efek kabut atau blushing.
Baca juga : Cara Agar Warna Cat Kayu Tidak Cepat Pudar di Segala Cuaca
Aplikasi Clear Coat Menentukan Kualitas Finishing
Cara mengaplikasikan clear coat agar hasil finishing lebih tahan lama tergantung pada produk dan teknik aplikasi.
Teknik, ketelatenan, dan pemahaman terhadap kondisi sekitar juga turut menentukan tampilan dan keawetannya. Dari pemilihan alat, teknik aplikasi, hingga pengeringan yang sabar.
Ingat, finishing yang bagus tidak hanya membuat produk tampak menarik, tetapi juga memperpanjang usia pakainya.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dibahas di atas, Anda bisa menghasilkan lapisan clear coat yang tahan gores, tahan cuaca, dan tetap memukau untuk waktu yang lama.
Biovarnish Clear Coat
Untuk hasil terbaik, pertimbangkan menggunakan Biovarnish Clear Coat, yang dirancang khusus agar mudah diaplikasikan dan memberikan perlindungan maksimal dengan tampilan natural yang elegan.
Apabila Anda tertarik membeli Biovarnish Clear Coat atau ingin menanyakan informasi lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah ini.

