Cara Plitur Kayu Jati yang Benar agar Hasilnya Halus dan Rata

  • By Biovarnish - 30 Juni 2026 - 02:17:05

 

Keindahan dan kekuatan furniture kayu jati memang tidak perlu diragukan lagi. Seratnya khas dan daya tahannya dikenal sangat baik. Namun, meskipun sudah menarik secara alami, cara plitur kayu jati tetap perlu dilakukan dengan benar agar warna terlihat rata, permukaan terasa halus, dan terlindungi dengan baik.

Sebelum mulai memplitur kayu, tentukan terlebih dahulu hasil yang diinginkan. Apakah Sobat Bio ingin warna natural tertentu, tampilan glossy yang mengkilap, atau tampilan matte tanpa kilap? Pilihan hasil ini akan menentukan jenis bahan finishing yang perlu disiapkan.

Selain itu, perhatikan juga kondisi kayu jati. Cek apakah terdapat lubang, retakan, pori yang terlalu terbuka, atau permukaan yang masih kasar. Semua masalah tersebut perlu diatasi terlebih dahulu sebelum masuk ke proses plitur.

Panduan ini akan membantu Sobat Bio memilih alat dan bahan yang dibutuhkan, memahami fungsi setiap produk, serta mengikuti cara plitur kayu jati yang benar. Jika ingin hasil mengkilap, langkahnya juga akan dijelaskan di dalam artikel ini.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Plitur Kayu Jati


Sebelum mulai tahap aplikasi plitur, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Persiapan yang lengkap akan membuat proses finishing lebih mudah, rapi, dan hasilnya lebih maksimal.

1. Amplas


Jenis amplas ada banyak macamnya. Salah satu yang paling sederhana dan paling umum digunakan adalah amplas tangan. Jenis ini bisa diterapkan oleh aplikator rumahan karena mudah dipakai dan tidak membutuhkan alat khusus.

Sementara itu, pengrajin kayu biasanya lebih sering memakai mesin orbital atau gerinda, terutama untuk bidang yang luas dan jumlah unit yang banyak. Alat tersebut dapat meringankan pekerjaan sekaligus mempercepat proses pengamplasan. Namun, tidak sedikit pula pengrajin yang tetap memakai amplas tangan untuk kebutuhan tertentu.

Sobat Bio bisa memilih jenis amplas sesuai kebutuhan. Untuk memplitur pintu kayu atau furniture di rumah, amplas tangan saja sudah cukup.

Tingkat kekasaran amplas juga berbeda-beda. Grit rendah memiliki tekstur lebih kasar, sedangkan grit tinggi memiliki tekstur lebih halus. Untuk kayu jati yang masih sangat kasar, gunakan amplas grit 120. Jika permukaannya tidak terlalu kasar, gunakan grit 180 atau 240, lalu lanjutkan dengan grit yang lebih halus seperti grit 400.

2. Kuas atau Spray Gun


Alat aplikasi plitur bisa menggunakan kuas maupun spray gun. Untuk pengecatan di rumah, kuas saja sudah cukup. Jenis kuas yang bisa dipakai antara lain kuas bulu dan kuas spons. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis plitur yang digunakan.

Plitur kayu water based bisa diaplikasikan dengan kuas spons maupun kuas bulu. Sementara itu, plitur solvent based umumnya memakai kuas bulu.

Banyak orang menyukai kuas spons karena ujungnya datar dan rata, sehingga dapat membantu mengurangi bekas sapuan kuas atau brush mark. Baik kuas spons maupun kuas bulu sama-sama terjangkau dan mudah digunakan.

3. Kape


Kape digunakan untuk mengaplikasikan wood filler. Proses penyekrapan wood filler akan lebih optimal jika memakai kape karena bahan bisa masuk ke pori, celah, dan retakan kayu dengan lebih merata.

4. Wadah untuk Mencampur Bahan


Plitur perlu dilarutkan dengan air atau thinner sebelum digunakan. Jenis pelarut ini tergantung pada bahan plitur yang dipakai. Plitur water based cukup dilarutkan dengan air, sedangkan plitur solvent based membutuhkan pelarut solvent seperti thinner.

Dalam proses pencampuran, gunakan wadah terpisah. Siapkan wadah bersih dan pengaduk.

5. Kain


Kain digunakan untuk membersihkan debu dan sisa amplas. Debu yang tertinggal di permukaan kayu dapat membuat hasil plitur tidak rata dan lapisan sulit menempel.

Bersihkan permukaan kayu memakai kain sebelum mulai finishing dan setelah setiap tahap pengamplasan.

6. Wood Filler


Wood filler memiliki fungsi penting dalam proses plitur kayu jati. Bahan ini digunakan untuk mengisi pori kayu, menutup celah, serta retakan kecil pada permukaan kayu.

Biopaint Wood Filler tersedia dalam dua warna, yaitu ramin dan jati. Sobat Bio bisa menyesuaikan pilihan warna dengan hasil plitur yang diinginkan.

7. Wood Stain


Wood stain digunakan untuk memberikan warna natural transparan pada kayu. Produk ini memberi warna tanpa menutup serat kayu.

Terdapat banyak pilihan warna wood stain, seperti walnut brown, gardena teak, sonokeling, dan berbagai pilihan warna lainnya.

8. Clear Coat


Clear coat berfungsi sebagai lapisan pelindung. Lapisan ini melindungi kayu dari paparan cuaca, air, gesekan, dan faktor perusak lainnya.

Selain sebagai pelindung, clear coat juga menentukan tampilan plitur. Jika Sobat Bio ingin tampilan plitur kayu jati yang glossy, gunakan Biopaint Clear Coat Gloss. Namun, jika lebih menyukai tampilan matte tanpa kilap, pilih Biopaint Clear Coat Matte.

Cara Plitur Kayu Jati yang Baik dan Benar


Setelah semua alat dan bahan siap, Sobat Bio bisa masuk ke tahap finishing. Berikut panduan cara plitur kayu jati yang bisa diikuti dengan mudah.

1. Amplas Kayu Jati sampai Halus


Amplas kayu jati menggunakan grit amplas sesuai tingkat kekasaran kayu. Umumnya, kertas amplas grit 180-240 sudah cukup untuk pengamplasan awal.

Pastikan seluruh permukaan kayu diamplas sampai benar-benar halus. Sebagian orang sering menganggap remeh tahap pengamplasan. Padahal, proses ini sangat berpengaruh terhadap hasil finishing.

Banyak pengrajin menyatakan bahwa pengamplasan yang kurang optimal dapat membuat hasil plitur kurang bagus. Permukaan bisa tampak belang, penyerapan warna tidak merata, warna plitur tidak keluar maksimal, hingga tekstur kayu masih terasa kasar.

Setelah permukaan kayu terasa halus, bersihkan debu dan sisa amplas menggunakan kain.

2. Aplikasikan Biopaint Wood Filler


Siapkan Biopaint Wood Filler di dalam wadah terpisah, lalu tambahkan sedikit air sampai teksturnya sesuai. Aplikasikan wood filler secara merata ke seluruh permukaan kayu jati menggunakan kape.

Pastikan wood filler masuk ke pori, celah, dan bagian retakan kecil. Setelah itu, tunggu sampai lapisan mengering. Jika sudah kering, amplas permukaan sampai rata dan halus.

3. Aplikasikan Plitur Kayu Jati Biopaint Wood Stain


Biopaint Wood Stain merupakan plitur kayu water based atau berbasis air. Untuk menggunakannya, campurkan Biopaint Wood Stain dengan air bersih menggunakan perbandingan 2 : 1. Artinya, gunakan dua bagian wood stain dan satu bagian air.

Campurkan kedua bahan dalam dalam wadah terpisah, lalu aduk sampai benar-benar homogen.

Aplikasikan Biopaint Wood Stain menggunakan kuas atau spray gun. Jika memakai kuas, lakukan teknik penguasan searah serat kayu agar hasilnya lebih rapi. Jika memakai spray gun, pastikan alat sudah diatur sampai daya semprotnya sesuai. Semprotkan dari jarak sekitar 15-20 cm dari permukaan kayu.

Aplikasikan plitur secara merata ke seluruh permukaan kayu jati. Untuk furniture atau pintu kayu jati yang memiliki banyak ukiran, penggunaan spray gun akan lebih membantu karena dapat menjangkau area yang sulit.

Tunggu lapisan mengering, lalu lakukan amplas ambang menggunakan amplas halus grit 400. Lakukan pengamplasan dengan hati-hati agar warna plitur yang sudah terbentuk tidak rusak.

Setelah itu, bersihkan debu sisa amplas. Kemudian ulangi aplikasi wood stain hingga Sobat Bio memperoleh warna yang diinginkan.

4. Aplikasikan Biopaint Clear Coat


Campurkan Biopaint Clear Coat dengan air bersih menggunakan perbandingan 2 : 1. Aduk sampai merata, lalu aplikasikan ke seluruh permukaan kayu jati.

Tunggu sampai lapisan mengering, kemudian ulangi tahap ini sebanyak dua lapis.

Tahap clear coat sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Biopaint Clear Coat berfungsi sebagai lapisan pelindung yang menjaga permukaan kayu dari paparan panas, air, hingga gesekan akibat penggunaan sehari-hari. Tanpa lapisan clear coat, hasil plitur bisa lebih cepat pudar.

Jika Sobat Bio ingin tampilan plitur yang glossy, gunakan Biopaint Clear Coat Gloss agar hasil plitur tampak semakin menarik.


Plitur Kayu Biopaint Biovarnish Hemat dan Praktis


Plitur Kayu Biopaint Biovarnish
Biopaint Biovarnish adalah plitur kayu water based atau berbasis air. Plitur ini cukup diencerkan dengan air, sehingga lebih hemat, aman, dan praktis digunakan.

Biopaint juga tersedia dalam rangkaian finishing lengkap, mulai dari wood filler, wood stain, clear coat, sanding sealer, tanin sealer, hingga efek antik Biopaint Glaze.

Keunggulan Biopaint sebagai plitur kayu jati antara lain:



  • Hemat karena tidak memakai thinner. Saat ini harga thinner terus melonjak seiring kenaikan harga minyak dunia. Di tengah kondisi seperti ini, memilih plitur dengan pelarut air bisa menjadi solusi yang lebih efisien karena Sobat Bio tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bahan pelarut.

  • Aman dan ramah lingkungan (non toxic and very low VOC). Plitur solvent based memiliki kandungan VOC atau Volatile Organic Compounds yang tinggi. Kandungan VOC yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesehatan dan lingkungan.

  • Tahan cuaca (weather resistance).

  • Anti gores.

  • Warna cerah.

  • Transparansi bagus (good transparency).

  • Cepat kering.

  • Daya rekat kuat.

  • Mudah digunakan (easy to use).


Gunakan Biopaint untuk mendapatkan hasil plitur kayu jati yang bagus, praktis, dan lebih aman digunakan. Untuk pemesanan Biopaint dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.

Chat via WhatsApp