Harga Thinner Naik 40%, Ini Dampaknya pada Finishing Kayu
- By Biovarnish - 07 Mei 2026 - 08:05:34
Harga thinner kembali menjadi perhatian karena kenaikannya mulai terasa di pasar bahan bangunan. Harga thinner di Bandar Lampung naik dari Rp27 ribu menjadi Rp40 ribu. Kenaikan ini cukup besar karena thinner termasuk bahan yang sering dipakai dalam pekerjaan pengecatan dan finishing.
Kenaikan ini juga diperkuat oleh pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Cat Indonesia, Markus Winarto, yang menyebut harga thinner bagi produsen sudah naik sekitar 40%. Penyebabnya berkaitan dengan bahan baku thinner yang berasal dari minyak, stok yang terbatas, serta pasokan impor dari kawasan Teluk yang terdampak penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz.
Gejolak politik global juga ikut merambat ke harga bahan bangunan. Beberapa toko bangunan bahkan menyebut kenaikan thinner sebagai salah satu yang paling tajam dibanding bahan lain. Dampaknya tidak hanya dirasakan toko bangunan, tetapi juga pelaku usaha furniture interior yang harus menghadapi biaya bahan baku lebih tinggi dan risiko kehilangan pelanggan karena harga produk ikut naik.
Dalam finishing kayu, kebutuhan thinner cukup besar. Bahan ini dipakai untuk mencampur cat solvent based, mengatur kekentalan, hingga membersihkan alat aplikasi. Karena itu, saat harga thinner naik, biaya finishing kayu bisa ikut terdampak.
Karena pemakaian thinner cukup sering, kenaikan harga thinner dapat menimbulkan beberapa dampak berikut.
Cat kayu solvent based seperti melamin, NC, atau cat minyak masih membutuhkan thinner sebagai pelarut. Jika harga thinner naik, biaya untuk mencampur cat juga ikut bertambah.
Thinner tidak hanya dipakai saat mencampur cat. Setelah pengecatan selesai, thinner juga digunakan untuk membersihkan kuas, spray gun, wadah cat, dan alat lainnya. Alat harus direndam terlebih dahulu dengan thinner, kemudian mengganti dengan thinner bersih untuk membilasnya.
Pengrajin furniture biasanya menghitung biaya produksi dari harga kayu, cat, bahan pendukung, tenaga kerja, dan finishing. Saat harga thinner naik, biaya tambahan ini bisa mengganggu perhitungan ongkos produksi.
Jika biaya finishing meningkat, pengrajin perlu menaikkan harga jual agar tidak rugi. Masalahnya, tidak semua pelanggan mau menerima kenaikan harga. Kondisi ini bisa membuat penjualan menjadi lebih berat.
Jika harga jual tidak dinaikkan, pengrajin harus menanggung kenaikan biaya sendiri. Akibatnya, margin keuntungan menjadi lebih kecil, terutama untuk produksi furniture dalam jumlah banyak.
Selama masih memakai jenis cat solvent based, kebutuhan thinner akan terus ada. Artinya, biaya finishing tetap terikat pada harga thinner yang bisa naik turun mengikuti harga minyak, stok bahan baku, dan kondisi distribusi global.
Dampak kenaikan harga thinner memang bisa membuat biaya finishing kayu bertambah. Namun, pengrajin tetap bisa menekan pengeluaran dengan mengatur pemakaian bahan dan memilih jenis cat yang lebih hemat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
Sebelum mengecat, hitung kebutuhan cat, thinner, dan jumlah lapisan yang dibutuhkan. Cara ini membantu mengurangi pemborosan bahan saat proses finishing berlangsung.
Pemakaian thinner yang terlalu banyak bisa membuat cat terlalu encer, daya tutup berkurang, dan hasil finishing kurang maksimal. Selain boros, cara ini juga bisa membuat proses pengecatan perlu diulang.
Kesalahan seperti permukaan belum bersih, cat terlalu tebal, atau teknik semprot tidak rata bisa membuat pekerjaan harus diulang. Semakin sering mengulang, semakin banyak cat dan thinner yang terpakai.
Kuas, spray gun, dan wadah cat yang dirawat dengan baik lebih mudah dibersihkan. Alat yang kotor atau tersumbat biasanya membutuhkan lebih banyak thinner untuk membersihkannya.
Cat yang mudah diratakan, cepat kering, dan memiliki daya rekat baik bisa membantu mengurangi risiko gagal finishing. Semakin kecil risiko gagal, semakin hemat penggunaan bahan.
Cat kayu water based bisa menjadi pilihan agar tidak bergantung pada thinner. Jenis cat ini menggunakan air sebagai pelarut, sehingga lebih hemat untuk pengenceran dan pembersihan alat.
Biopaint Biovarnish merupakan cat kayu water based yang tidak membutuhkan thinner. Produk ini cukup diencerkan dengan air bersih, sehingga lebih praktis dan hemat tanpa perlu membeli thinner.
Selain lebih hemat, Biopaint Biovarnish juga mudah digunakan untuk berbagai media seperti kayu, bambu, rotan, anyaman, dan serat alam. Hasil finishing tetap menampilkan keindahan natural kayu dengan tampilan yang rapi dan menarik.
Kenaikan harga thinner dapat berdampak langsung pada biaya finishing kayu, terutama bagi pengrajin yang masih memakai cat kayu solvent based. Thinner dibutuhkan untuk mencampur cat dan membersihkan alat, sehingga kenaikan harganya bisa membuat biaya produksi ikut membesar.
Untuk menekan biaya, pengrajin perlu menghitung kebutuhan bahan dengan lebih cermat dan mulai mempertimbangkan cat kayu water based. Dengan cara ini, proses finishing tetap dapat berjalan tanpa terlalu bergantung pada thinner yang harganya mudah berubah.
Untuk pemesanan Biopaint Biovarnish dan informasi lebih lanjut silakan klik banner di bawah ini.

Kenaikan ini juga diperkuat oleh pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Cat Indonesia, Markus Winarto, yang menyebut harga thinner bagi produsen sudah naik sekitar 40%. Penyebabnya berkaitan dengan bahan baku thinner yang berasal dari minyak, stok yang terbatas, serta pasokan impor dari kawasan Teluk yang terdampak penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz.
Gejolak politik global juga ikut merambat ke harga bahan bangunan. Beberapa toko bangunan bahkan menyebut kenaikan thinner sebagai salah satu yang paling tajam dibanding bahan lain. Dampaknya tidak hanya dirasakan toko bangunan, tetapi juga pelaku usaha furniture interior yang harus menghadapi biaya bahan baku lebih tinggi dan risiko kehilangan pelanggan karena harga produk ikut naik.
Dalam finishing kayu, kebutuhan thinner cukup besar. Bahan ini dipakai untuk mencampur cat solvent based, mengatur kekentalan, hingga membersihkan alat aplikasi. Karena itu, saat harga thinner naik, biaya finishing kayu bisa ikut terdampak.
Dampak Kenaikan Harga Thinner pada Finishing Kayu
Karena pemakaian thinner cukup sering, kenaikan harga thinner dapat menimbulkan beberapa dampak berikut.
1. Biaya campuran cat menjadi lebih mahal
Cat kayu solvent based seperti melamin, NC, atau cat minyak masih membutuhkan thinner sebagai pelarut. Jika harga thinner naik, biaya untuk mencampur cat juga ikut bertambah.
2. Biaya membersihkan alat ikut naik
Thinner tidak hanya dipakai saat mencampur cat. Setelah pengecatan selesai, thinner juga digunakan untuk membersihkan kuas, spray gun, wadah cat, dan alat lainnya. Alat harus direndam terlebih dahulu dengan thinner, kemudian mengganti dengan thinner bersih untuk membilasnya.
3. Ongkos produksi furniture semakin sulit dikontrol
Pengrajin furniture biasanya menghitung biaya produksi dari harga kayu, cat, bahan pendukung, tenaga kerja, dan finishing. Saat harga thinner naik, biaya tambahan ini bisa mengganggu perhitungan ongkos produksi.
4. Harga jual produk bisa ikut naik
Jika biaya finishing meningkat, pengrajin perlu menaikkan harga jual agar tidak rugi. Masalahnya, tidak semua pelanggan mau menerima kenaikan harga. Kondisi ini bisa membuat penjualan menjadi lebih berat.
5. Keuntungan pengrajin bisa menipis
Jika harga jual tidak dinaikkan, pengrajin harus menanggung kenaikan biaya sendiri. Akibatnya, margin keuntungan menjadi lebih kecil, terutama untuk produksi furniture dalam jumlah banyak.
6. Finishing berbasis solvent semakin bergantung pada bahan kimia mahal
Selama masih memakai jenis cat solvent based, kebutuhan thinner akan terus ada. Artinya, biaya finishing tetap terikat pada harga thinner yang bisa naik turun mengikuti harga minyak, stok bahan baku, dan kondisi distribusi global.
Cara Menghemat Biaya Finishing Kayu Saat Harga Thinner Naik
Dampak kenaikan harga thinner memang bisa membuat biaya finishing kayu bertambah. Namun, pengrajin tetap bisa menekan pengeluaran dengan mengatur pemakaian bahan dan memilih jenis cat yang lebih hemat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.
1. Hitung kebutuhan bahan sebelum mulai finishing
Sebelum mengecat, hitung kebutuhan cat, thinner, dan jumlah lapisan yang dibutuhkan. Cara ini membantu mengurangi pemborosan bahan saat proses finishing berlangsung.
2. Gunakan thinner sesuai takaran
Pemakaian thinner yang terlalu banyak bisa membuat cat terlalu encer, daya tutup berkurang, dan hasil finishing kurang maksimal. Selain boros, cara ini juga bisa membuat proses pengecatan perlu diulang.
3. Kurangi kesalahan aplikasi
Kesalahan seperti permukaan belum bersih, cat terlalu tebal, atau teknik semprot tidak rata bisa membuat pekerjaan harus diulang. Semakin sering mengulang, semakin banyak cat dan thinner yang terpakai.
4. Rawat alat finishing dengan benar
Kuas, spray gun, dan wadah cat yang dirawat dengan baik lebih mudah dibersihkan. Alat yang kotor atau tersumbat biasanya membutuhkan lebih banyak thinner untuk membersihkannya.
5. Pilih cat yang mudah diaplikasikan
Cat yang mudah diratakan, cepat kering, dan memiliki daya rekat baik bisa membantu mengurangi risiko gagal finishing. Semakin kecil risiko gagal, semakin hemat penggunaan bahan.
6. Gunakan cat kayu water based
Cat kayu water based bisa menjadi pilihan agar tidak bergantung pada thinner. Jenis cat ini menggunakan air sebagai pelarut, sehingga lebih hemat untuk pengenceran dan pembersihan alat.
Biopaint Biovarnish Water Based Hemat Tanpa Thinner
Biopaint Biovarnish merupakan cat kayu water based yang tidak membutuhkan thinner. Produk ini cukup diencerkan dengan air bersih, sehingga lebih praktis dan hemat tanpa perlu membeli thinner.
Selain lebih hemat, Biopaint Biovarnish juga mudah digunakan untuk berbagai media seperti kayu, bambu, rotan, anyaman, dan serat alam. Hasil finishing tetap menampilkan keindahan natural kayu dengan tampilan yang rapi dan menarik.
Saatnya Mengurangi Ketergantungan pada Thinner
Kenaikan harga thinner dapat berdampak langsung pada biaya finishing kayu, terutama bagi pengrajin yang masih memakai cat kayu solvent based. Thinner dibutuhkan untuk mencampur cat dan membersihkan alat, sehingga kenaikan harganya bisa membuat biaya produksi ikut membesar.
Untuk menekan biaya, pengrajin perlu menghitung kebutuhan bahan dengan lebih cermat dan mulai mempertimbangkan cat kayu water based. Dengan cara ini, proses finishing tetap dapat berjalan tanpa terlalu bergantung pada thinner yang harganya mudah berubah.
Untuk pemesanan Biopaint Biovarnish dan informasi lebih lanjut silakan klik banner di bawah ini.




