5 Cara Mengatasi Ciri-ciri Cat Lemari Kayu Yang Mulai Usang dan Kotor

  • By Biovarnish - 26 April 2020 - 07:16:38

 

Lemari kayu adalah salah satu furniture yang paling wajib terdapat pada suatu hunian. Wajar saja jika furniture baik lemari tidak hanya suatu kebutuhan saja melainkan sebagai gaya hidup. Pasalnya, baik lemari maupun furniture lainnya tidak hanya bertujuan untuk meletakkan suatu barang melainkan juga menghidupkan nuansa dalam ruangan tersebut. Sebab, lemari dan furniture tersebut didesain dengan berbagai macam mulai dari gaya klasik, retro, kontemporer, modern, shabby chic, rustic dan lain sebagainya.

Tentunya hal tersebut tidak lepas dari cat kayu yang digunakan sebab cat tersebut juga akan berpengaruh pada tampilan. Sebelum mengenal untuk mengatasi berbagai masalah yang sering terjadi pada furniture terutama lemari, sebaiknya kenali terlebih dahulu cat kayu agar masalah yang terjadi bisa teratasi dengan baik.

Cat kayu memiliki beragam tampilan yakni tampilan gloss, doff dan matte. Ketiga tampilan tersebut sudah sangat umum diterapkan pada furnitue terutama tampilan gloss yang notabene memberikan kesan permukaan furniture mengkilap bak kaca. Sedangkan untuk masalah warna, cat kayu dibedakan menjadi dua macam yakni warna solid dan warna natural kayu. Pada umumnya, warna solid adalah warna yang menutup tampilan serat pada kayu sedangkan tampilan natural kayu cenderung transparan warna kayu dan tetap memperlihatkan tampilan serat kayu itu sendiri.

Namun, apabila Anda menginginkan tampilan yang natural maka disarankan untuk menggunakan cat kayu transparan. Sebab, tampilan warna natural kayu tersebut bisa menyesuaikan dengan beragam gaya furniture apapun mulai dari klasik hingga modern. Baik warna kayu transparan atau warna solid, seiring waktu kayu akan mudah berubah dan kusam. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, maka dari itu cara mengatasi ciri-ciri lemari kayu kusam sebagai berikut:

  1. Bersihkan setiap hari permukaan kayu menggunakan kemoceng atau kain. Cara ini sebagai langkah awal perawatan agar kayu tidak mudah mengusam, lakukan setiap hari karena debu yang menempel pada permukaan kayu dan terlebih lama tidak dibersihkan akan membuat permukaan kayu mudah mengusam.

  2. Gunakan kain setengah basah untuk menghilangkan kotoran membandel. Adakalanya permukaan kayu terkena noda membandel seperti getah, bekas makanan atau sejenisnya. Anda bisa menghilangkannya dengan kain setengah basa, ingat ya gunakan kain yang setengah basah bukan kain basah karena kain yang basah bisa menyebabkan permukaan kayu teraganggu dan menyebabkan kelembaban pada kayu semakin tinggi.

  3. Gunakan poles kayu agar tampilan permukaan kayu tampak selalu tajam. Pengaplikasian poles kayu tersebut juga bisa memberikan perawatan pada kayu agar tidak mudah terserang jamur atau rayap

  4. Pastikan sirkulasi udara pada ruangan yang cukup. Adakalanya sirkulasi udara yang kurang bisa menyebabkan tampilan kayu juga terganggu bahkan keadaan kayu semakin basah sehingga mudah terserang jamur. Nah, akibat jamur ini lah yang menyebabkan tampilan permukaan lemari menjadi semakin buruk dan kusam.

  5. Lakukan refinishing apabila lemari sudah tampak benar-benar kusam dan sulit untuk dirawat kembali.


Refinishing Untuk Mengatasi Ciri-ciri Lemari Kayu Kusam


Refinishing atau pengecatan kembali adalah cara yang paling akhir ketika melihat lemari Anda mulai mengusam dan benar-benar tampak sulit untuk dikembalikan warnanya. Meskipun sudah diaplikasikan poles kayu tetap saja tampilan kayu tidak menarik. Nah, apabila hal ini terjadi maka Anda bisa melakukan refinishing pada lemari tersebut. Pasalnya, cat kayu pada lemari yang kusam tersebut sudah tidak memberikan perlindungan yang maksimal sehingga lemari akan mudah terserang rayap. Tentu tidak ingin kan lemari kesayangan Anda terserang rayap atau serangga pemakan kayu sejenisnya?

Mengatasi ciri-ciri lemari kayu kusam dengan cara refinishing, Anda bisa menggunakan cat kayu water based. Meskipun cat kayu tersebut masih dirasa awam oleh sebagai orang di Indonesia, nyatanya minat cat kayu ini selalu meningkat. Cat kayu water based merupakan cat kayu dengan bahan dasar air dan cara aplikasinya sama dengan cat kayu pada umumnya. Yang paling membedakan cat kayu water based dengan cat kayu pada umumnya adalah cat kayu water based hanya cukup menggunakan pelarut air. Dengan demikian, cat kayu ini akan lebih menghemat biaya selama pengaplikasian lemari terutama jika digunakan dalam partai besar.

Biovarnish adalah salah satu cat water based yang diproduksi oleh produses cat lokal, Bioindustries. Namun, kualitas cat kayu ini tidak bisa dianggap remeh sebab cat kayu ini hampir sama dengan cat kayu dari luar negeri. Hal ini dikarenakan cat kayu water based tersebut menggunakan setiap bahan yang sudah disesuaikan dengan standar regulasi keamanan internasional dalam hal kandungan bahan kimia dan VOC yakni US Enviromental Protection Agency (EPA) dan European Chemical Agency (ECHA) Reach. Seperti yang diketahui bahwa kandungan bahan kimia pada cat saat ini mulai dibatasi bahkan dilarang seperti penggunaan merkuri, timbal, arsenic, cadmium dan lain sebagainya. Begitu pula kandungan VOC pada cat pasalnya VOC yang menguap di udara bisa menyebabkan polusi udara.

Karena keamanan bahan kimia dan rendahnya VOC pada Biovarnish membuat furniture yang sudah diaplikasikan tanpa perlu diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat yang terbuka. Sehingga Biovarnish sudah dipastikan aman dan tidak menyebabkan bau yang menyengat. Selain itu, cat kayu berbahan dasar air juga bisa diaplikasikan untuk furniture eksterior seperti furniture taman karena dilengkapi fitur tahan air dan tahan cuaca. Bahkan cat kayu ini tidak mudah flaking diakibatkan oksidasi karena memiliki elastisitas cat yang baik.

Untuk mengatasi masalah kusam pada lemari, lakukan refinishing menggunakan cat kayu ini secara bertahap. Berikut langkah-langkah finishing menggunakan Biovarnish:

  1. Amplas permukaan lemari untuk menghilangkan bekas cat yang masih menempel pada permukaan kayu. Kemudian bersihkan sisa-sisa debu tersebut agar mudah dicat

  2. Gunakan Biovarnish wood filler untuk menyamarkan cacat pada kayu seperti lubang, gesekan benda tumpul dan lain sebagainya. Kemudian, aplikasikan ke seluruh permukaan kayu menggunakan pisau palet atau sejenis. Keringkan namun tidak dibawah sinar matahari langsung melainkan di tempat yang teduh. Jika sudah kering sentuh, amplas dengan kertas alumunium oxide no. 240

  3. Gunakan Biovarnish Liquid Stain untuk memberikan warna alami pada lemari. Campurkan air terlebih dahulu untuk mengencerkan dan menurunkan intensitas warna cat agar ketika diaplikasikan pertama kali tidak terlalu tua dan kental. Anda bisa mengaplikasikan dengan cara kuas atau semprot. Jika sudah diaplikasikan ke seluruh permukaan kayu, diamkan di tempat yang teduh selama 60 menit. Nah, apabila sudah kering sentuh kemudian amplas ambang dengan kertas alumunium oxide no. 400

  4. Agar cat pada permukaan lemari semakin kuat dan tajam, gunakan Biovarnish Sanding Sealer. Caranya, lakukan hal yang sama dengan langkah no. 3

  5. Untuk tahap akhir, aplikasikan Biovarnish Clear Coat. Anda bisa menerapkan tampilan matte atau gloss. Setelah cat tersebut diaplikasikan ke seluruh permukaan kayu, diamkan selama semalaman agar hasilnya optimal. Setelah cat tersebut kering secara maksimal, maka lemari sudah siap digunakan.