Fungsi dan Tujuan Pengamplasan Selama Proses Finishing Natural Kayu

  • By Biovarnish - 30 Juli 2019 - 17:29:53

 

Proses pengamplasan merupakan salah satu proses penting sebelum kayu memasuki proses coating, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil finishing dengan tampilan yang indah dan menarik.

Finishing merupakan salah satu proses yang sangat menentukan keindahan pada kayu, karena pada proses ini akan menghasilkan warna yang sesuai dengan minat konsumen. Terlebih, proses finishing pada umumnya melalui tahap demi tahap, sehingga hasilnya akan jauh lebih indah daripada kayu tidak melalui tahap finishing sama sekali. Begitu pula pada kayu yang tampak natural dengan serat masih tampak, pada tampilan ini juga membutuhkan proses finishing guna mempertajam tampilan kayu tersebut.

Tujuan Proses Finishing Kayu


  1. Mempercantik tampilan kayu
  2. Melindungi kayu dari kerusakan akibat jamur, serangga dan cuaca
  3. Melindungi media kayu dari benturan maupun gesekan, karena bahan finishing merupakan pelapisan intermediate dengan lapisan selanjutnya sehingga proteksi terhadap kayu semakin maksimal.




Baca juga : Cara Cepat Menutup Pori Pagar Kayu Minimalis dengan Sanding Sealer

Tahap Awal


Sebelum memasuki proses finishing, tahap yang tidak kalah penting untuk memudahkan serta menghasilkan tampilan kayu maksimal adalah proses pengamplasan. Ya, proses pengamplasan merupakan tahap penting sehingga jarang sekali parang aplikator melewatkan tahap ini. Terutama apabila kayu yang akan digunakan merupakan kayu kelas rendah yang mana permukaan kayu biasanya cenderung kasar.

Dengan tahap pengamplasan ini, proses finishing pun akan jauh lebih mudah karena permukaan media rata dan bersih. Sebab, kayu yang tidak diamplas atau tidak matang biasanya akan menyulitkan proses finishing. Tentunya apabila proses finishing lebih sulit akan mempengaruhi waktu, bahan dan tenaga yang digunakan. Lantas, apakah fungsi pengamplasan yang sebenarnya pada tahap finishing? Jenis kertas amplas apakah yang cocok untuk menjadikan kayu lebih halus, rata dan bersih dari berbagai noda?

Fungsi Pengamplasan Pada Tahap Finishing


Sebagian orang mungkin belum memahami fungsi pengamplasan yang sebenarnya pada kayu sehingga banyak yang melakukannya dengan asal. Dan bahkan tidak mengetahui teknik pengamplasan yang benar sehingga kadangkala menjumpai serat yang keluar, hasil tidak rata dan masih banyak lagi. Hal ini bisa saja terjadi karena kurang fahamnya aplikator terhadap pentingnya pengamplasan terhadap media. Tidak hanya berlaku pada kayu saja, hampir semua jenis substrat ada kalanya juga membutuhkan proses pengamplasan ini.

Pengamplasan sangat penting sebelum proses pengaplikasian coating pada kayu. Sebab, proses pengamplasan ini akan berpengaruh terhadap hasil finishing sehingga apabila proses pengamplasan terlewatkan atau dilakukan dengan kurang tepat maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Bahkan banyak aplikator mengatakan bahwa gagalnya pengamplasan bisa berdampak pada gagalnya proses finishing.

proses pengamplasan meja kayu

Fungsi pengamplasan seperti yang sudah disinggung diatas bahwa pengamplasan berfungsi untuk memperhalus permukaan dan membersihkan media dari berbagai kotoran maupun cacat kayu dengan cara menggosokkan kertas amplas pada permukaan media. Kertas amplas yang digunakan pun berbeda-beda tergantung dari jenis kayu itu sendiri namun pada umumnya kertas amplas yang banyak digunakan adalah kertas amplas kasar agar lebih cepat dan mudah dilakukan.

Baca juga : Benarkan Penggunaan Cat Water Based Bagus Untuk Finishing Kayu Mahoni?

Amplas yang banyak dikenal masyarakat hingga sekarang diantaranya adalah kertas amplas dan amplas kain. Dan jenis amplas yang paling banyak beredar di pasaran adalah kertas amplas, tentu Anda sudah tidak asing dengan jenis amplas ini, bukan? Berikut jenis-jenis amplas berdasarkan materialnya:

1. Garnet


Merupakan amplas yang terbuat dari bahan natural, biasanya amplas banyak digunakan untuk memperhalus permukaan kayu. Jenis amplas lebih sering digunakan karena prosesnya yang lebih cepat daripada jenis amplas yang lain.

2. Silicone Carbide


Jenis amplas ini sangat bagus digunakan pada material besi, kuningan, tembaga, karet, plastik, batu maupun titanium. Hasilnya sungguh menakjubkan karena mampu mengangkat semua permukaan kasar di media.

3. Alumunium Oxide


Jenis amplas ini adalah jenis amplas yang sering dijumpai pada dunia finishing. Ya, jenis amplas merupakan amplas yang digunakan pada kayu. Tidak hanya pada kayu saja melainkan juga bisa digunakan pada stainless steels, alumunium, kayu kering maupun metal. Menariknya adalah jenis amplas memberikan hasil yang lebih halus daripada silicon carbide.

4. Ceramic


Jenis amplas yang satu ini merupakan jenis amplas yang dikenal mahal sebab mampu mengamplas dengan kua dan tahan lama. Jenis amplas ini sangat cocok digunakan untuk mengamplas permukaan baja berbasis tempa maupun nikel dan kobalt.

5. Alumina Zirconia


Jenis amplas ini adalah jenis amplas yang keras dan sangat cocok apabila Anda menggunakan alat ketika mengamplas. Jenis amplas manakah yang sering Anda gunakan? Mulai saat ini Anda bisa menentukan jenis amplas sesuai dengan kebutuhan.



Teknik Pengamplasan Sebagai Tahap Dasar Finishing Kayu


Setelah mengetahui jenis-jenis amplas, saatnya untuk membahas teknik pengamplasa yang tepat. Perlu digarisbawahi bahwa proses pengamplasan sebaiknya dilakukan searah dengan serat kayu. Hal ini bertujuan agar serat kayu tidak mudah keluar sehingga hasilnya rata, halus dan bersih. Proses pengamplasan semacam biasanya dilakukan sebelum proses finishing, namun ada kalanya proses pengamplasan dilakukan secara berbagai arah jika permukaan kayu sudah diaplikasikan dempul atau wood filler.

Jika Anda terbiasa melakukan pengamplasan secara manual, akan lebih baik jika menggunakan sebatang kayu sebagai pelapis amplas. Dengan batang kayu tersebut akan meminimalisir cedera telapak tangan dari goresan amplas yang kasar. Selain itu, batang kayu tersebut juga akan mempermudah Anda sehingga pengamplasn lebih rata dan datar. Nah, apabila kayu yang digunakan memiliki bidang yang luas maka sebaiknya Anda menggunakan alat atau yang disebut dengan hand sander.

Jenis Amplas


Untuk tahap pengamplasan pada kayu, langkah yang harus dipilih adalah gunakan amplas dengan grit 80/100 yang bertujuan untuk memotong serat besar maupun ujung serat dan marking mesin. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan pengamplasan dengan grit 120, 220/240 yang bertujuan untuk mempersiapkan media kayu yang akan melalui tahap finishing. Apabila masih dirasa kurang halus, Anda bisa melanjutkan proses pengamplasan dengan grit 320 karena ada juga jenis kayu yang kasar sehingga membutuhkan jenis amplas dengan grit 320.

Demikian proses pengamplasan yang bisa Anda lakukan sendiri sebelum proses finishing. Perlu diingat bahwa proses pengamplasan sangat penting dan menentukan hasil akhir finishing tersebut. Untuk hasil yang lebih optimal, sebaiknya melakukan tahapa finishing secara bertahap yakni mulai dari basecoat, main coat, dan topcoat. Dengan tahap-tahapan finishing yang teratur maka hasilnya pun akan lebih maksimal.

Akan jauh lebih baik, apabila Anda menggunakan produk-produk yang aman dan ramah lingkungan seperti cat water based. Di Indonesia, produk cat water based yang sudah pasti aman adalah Biovarnish. Sebab, cat water based ini diformulasikan sesuai dengan standar regulasi keamanan internasional yakni US Enviromental Protection Agency dan Europe Chemical Agency REACH. Kedua regulasi ini yang menjadi standar keamanan kandungan bahan kimia dan VOC pada suatu produk. Sehingga Biovarnish tidak menyebabkan bau menyengat, non-toxic dan lebih ramah lingkungan.

Simak Juga :