Langkah Finishing Close Pore dengan Cat Biovarnish Water Based

  • By Biovarnish - 02 Desember 2021 - 10:11:00

 

Untuk yang membutuhkan kondisi mebel aman dan tahan lama tentu dibutuhkan aplikasi dengan finishing close pore. Penerapan pengecatan dengan pori tertutup diterapkan di sebagian besar proses pengecatan furniture maupun untuk kebutuhan konstruksi yang mengandalkan material kayu.

Secara proses, dibutuhkan tahapan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan tipe finishing open pore. Namun, kebutuhan dan manfaat dari pengecatan dengan pori tertutup ini juga masih terus dibutuhkan.

Langkah Finishing Close Pore



Sumber: YouTube Bio Paint

Untuk melakukan finishing close pore dibutuhkan perlengkapan alat dan bahan yang memadai agar lebih mudah untuk dilaksanakan. Rankaian proses kegiatan finishing atau pengecatan dengan teknik ini memang lebih panjang dibandingkan dengan penerapan teknik open pore.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan


Untuk melakukan finishing close pore, berikut alat dan bahan yang perlu disiapkan dan digunakan.

  • Biovarnish Wood Filler sebagai dempul
  • Biovarnish Wood Stain Walnut Brown sebagai pewarna
  • Biovarnish Clear Coat Gloss sebagai top coating
  • Ampelas No. 240, 320 dan 400
  • Kuas spons
  • Kuas serabut
  • Pengaduk (sumpit)
  • Gelas ukur
  • Kape (disarankan menggunakan kape plastik)
  • Kain (bisa juga menggunakan kuas serabut)


Setelah menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan, Anda bisa langsung memasuki tahap aplikasi

Langkah Finishing Close Pore dengan Biovarnish Series


Langkah pengaplikasian cat Biovarnish untuk mendapat memperoleh tampilan finishing close pore dapat disimak berikut ini.

1. Siapkan dan bersihkan media.
Pastikan media yang akan diaplikasikan sudah dalam keadaan bersih dan kering agar lebih mudah untuk dilapisi cat.

2. Aplikasikan Biovarnish Wood Filler
Aplikasikan dempul kayu yaitu produk Biovarnish Wood Filler. Gunakan kape untuk mengaplikasikan Wood Filler. Saat pertama kali diaplikasikan, dempul kayu dapat diaplikasikan secara melintang dari arah serat kayu, kemudian ratakan searah dengan serat kayu.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pori kayu tertutup dempul dengan baik. Saat menggunakan Biovarnish Wood Filler, cukup lapisi secara tipis saja tapi harus merata ke seluruh permukaan media agar hasilnya optimal.

Lapisan yang tipis dan merata juga lebih cepat kering sehingga lebih efektif saat diaplikasikan cat di atasnya. Melalui cara ini juga lapisan wood filler yang sudah mengering dapat lebih mudah untuk diampelas.

3. Lakukan pengampelasan
Setelah lapisan filler kayu mengering kurang lebih 20 sampai 40 menit setelah aplikasi, lakukan pengamplasan. Bersihkan sisa proses pengampelasan wood filler menggunakan kertas ampelas No. 240 agar lebih cepat. Selanjutnya untuk menghaluskan, lanjutkan pengampelasan dengan kertas ampelas No. 320.

4. Aplikasikan Biovarnish Wood Stain
Lakukan pewarnaan pada media dengan mengaplikasikan Biovarnish Wood Stain yang telah diencerkan. Perbandingan campuran adalah 2 bahan (Biovarnish Wood Stain) : 1 air lalu aduk hingga menjadi campuran merata.

Aplikasikan dengan menggunakan kuas atau spray gun searah dengan serat kayu. Lapisi seluruh permukaan media dengan halus dan merata. Biarkan mengering jika sudah terlapisi seluruhnya, lalu amplas secara ambang dengan kertas amplas nomor 400.

Selanjutnya, lapisi kembali media dengan Biovarnish Wood Stain seperti cara aplikasi lapisan sebelumnya. Tunggu hingga mengering lalu bisa langsung dilanjutkan dengan tahap aplikasi selanjutnya. Atau jika warna yang dihasilkan masih belum terlihat sesuai dengan keinginan, Anda dapat mengulang proses pengecatan satu kali lagi.

5. Aplikasikan Biovarnish Clear Coat
Tahap aplikasi yang terakhir adalah mengaplikasikan Biovarnish Clear Coat, Anda dapat memilih untuk menggunakan Biovarnish Clear Coat dengan glossy level sesuai kebutuhan. Sama seperti Biovarnish Wood Stain, Anda juga perlu untuk mengencerkan Biovarnish Clear Coat terlebih dahulu.

Pengaplikasian Biovarnish Clear Coat juga dilakukan 2 tahap seperti aplikasi Wood Stain. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan hasil pengecatan sekaligus perlindungan pada media.

Fungsi dari Finishing Close Pore


meja kayu dengan finishing close poremeja kayu dengan finishing close pore

Sebelum mengetahui rangkaian finishing close pore, Anda perlu memahami tujuannya pengecatan dengan teknik ini diaplikasikan. Seperti namanya, teknik pengecatan close pore atau pori tertutup adalah teknik pengecatan yang menghasilkan tampilan akhir berupa pori kayu yang tertutup.

Teknik ini memberikan hasil akhir berupa permukaan media yang halus dan merata, sehingga hasil finishing juga terasa lebih halus dan rata saat disentuh dan digunakan. Penutupan seluruh pori kayu dilakukan dengan mengandalkan penggunaan produk dempul kayu atau wood filler.

Dalam hal ini, yang menjadi pembeda utama dari teknik pengecatan dengan pori terbuka atau close pore adalah pada tahap penggunaan dempul kayu. Proses pengecatan dengan teknik close pore cenderung lebih panjang tahapannya.

Namun, proses pengecatan dengan finishing close pore juga dapat membantu meminimalisir kerusakan pada kayu. Pori kayu yang tertutup membuat air yang dapat menambah kelembaban kayu tidak mudah masuk dan merasap pada pori kayu.

Aplikasi close pore membuat kelembaban kayu lebih terjaga karena pori kayu sudah tertutup sempurna. Tipe finishing ini cocok untuk diaplikasikan terutama pada area outdoor di sekitar pinggir rumah yang rawan terpengaruh cuaca.

Penggunaan cat atau bahan finishing untuk kebutuhan pengecatan ini dapat mengandalkan produk cat water based dari Biovarnish. Anda dapat mengaplikasikan cat Biovarnish dengan mudah karena hanya membutuhkan air sebagai bahan pengencernya.

Selain itu cat ini juga dapat diaplikasikan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor pada seluruh jenis kayu dan media sejenis kayu. Langkah finishing close pore dengan mengandalkan produk Biovarnish dapat menjadi pilihan bagi Anda yang membutuhkan pengecatan pada furniture maupun produk hasil olahan kayu lainnya.