Cara Menutup Pori Serat untuk Plitur Kayu Jati Agar Furniture Halus

  • By Biovarnish - 16 Juli 2020 - 05:10:35

 

Menutup pori serat untuk plitur kayu jati akan menciptakan hasil yang lebih halus dan rapi apabila dilakukan dengan cara yang benar dan tepat.

Siapa yang tidak kenal dengan primadona kayu untuk kebutuhan finishing yakni kayu jati? Hampir seluruh dunia menganggap kayu jati sebagai kayu dengan kualitas bermutu tinggi. Di tanah air, kayu jati temasuk jenis kayu berkelas dan berharga jual tinggi. Bukan hanya tampilannya yang menawan melainkan kualitas dari kayu jati itu sendiri. Ya, kayu jati memiliki tekstur yanghalus dan serat yang lurus dan rapi. Selain itu, kayu jati ini memiliki keawetan dan kekuatan berkualitas yakni dengan ingkat kekuatan kelas I sedangkan untuk keawetan termasuk ke dalam kelas I dan II. Bahkan, kayu jati merupakan jenis kayu yang tahan terhadap perubahan cuaca, rayap dan bahkan memiliki elastisitas yang stabil.

Dengan penyusutan yang stabil membuat kayu jati cocok digunakan untuk kebutuhan bangunan seperti jendela, pintu ataupun kusen. Selain memiliki penyusutan yang stabil, kayu jati sangat cocok untuk kusen, pintu dan jendela disebabkan kayu tersebut tidak terlalu berat sehingga mampu menopang dan berdiri dengan sempurna. Wajar saja jika kayu jati dipilih sebagai primadona di kalangan jenis kayu-kayuan.

Dengan kualitas dan kelebihan yang ditawarkan tersebut lantas membuat kayu jati sangat tepat jika digunakan untuk material furniture baik interior maupun eksterior. Di Eropa, kayu jati justru banyak digunakan untuk kebutuhan furniture eksterior seperti garden furniture karena tahan terhadap perubahan cuaca dan awet. Sedangkan di Indonesia, kayu jati banyak digunakan untuk pintu atau bahkan furniture interior-eksterior. Tampilan dasarnya yang sudah menarik peminat akan lebih memikat dengan melapisi kayu jati dengan cat kayu transparan.

Furniture atau konstruksi bangunan yang menggunakan kayu jati pada umumnya menerapkan tampilan natural kayu karena memiliki serat yang baik dan kegetasan yang tidak terlalu keras. Sehingga kayu jati tidak membuat cat kayu cepat rusak akibat retak atau sejenisnya. Pantas saja jika kayu jati dengan tampilan natural kayu tetap banyak diminati meskipun tampilan natural kayu merupakan jenis tampilan yang umum dipasaran.

Mengenal Jenis Kayu Jati untuk Furniture


Menutup pori serat untuk plitur kayu jati

Di tanah air, kayu jati tidak hanya dikenal dengan satu jenis kayu saja melainkan dibedakan menjadi beberapa jenis yakni kayu perhutani, kayu emas dan kayu rakyat. Bagaimana cara mengetahui kayu jati yang bagus untuk kebutuhan furniture? Berikut karakteristik dari jenis kayu jati:

  1. Kayu Jati TPK


Kayu jati perhutani merupakan jenis kayu jati yang paling dikenal di masyarakat dengan kualitasnya. Jenis kayu ini sangat diperhatikan oleh Dinas Perhutani pertumbuhannya dan pada umumnya kayu jati tersebut akan diseleksi agar sesuai dengan standar. Ciri dari kayu jati TPK adalah memiliki serat kayu yang padat, memiliki minyak alami yang banyak, berdiameter besaar dan memiliki ketahanan serta keawetan yang sangat baik. Wajar saja jika kayu jati TPK merupakan jenis kayu jati yang mahal karena kualitas kayu yang ditawarkan.

  1. Kayu Jati Emas


Kayu jati emas merupakan jenis kayu jati yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena rentan pertumbuhannya yang cukup pendek. Pada umumnya, kayu jati emas memiliki masa tumbuh 7 hingga 15 tahun. Dengan pertumbuhan yang cukup cepat, kayu jati emas biasanya banyak digunakan untuk kebutuhan furniture interior. Ciri dari kayu jati emas adalah bagian gubal melengkung-lengkung, memiliki pori-pori yang cukup besar, memiliki serat yang cukup rapi dan memiliki banyak batang dan ranting lurus. Sedangkan untuk ketahanan maupun keawetan dari kayu jati berada di tingkat sedang. Selain itu, kayu jati emas memiliki kadar air yang tinggi sehingga alangkah baiknya dikeringkan dengan cara dioven hingga MC kurang dari 15%.

  1. Kayu Jati Rakyat


Kayu jati rakyat juga merupakan salah satu kayu yang cukup sering dibudidayakan oleh masyarakat. Pertumbuhan dari kayu jati rakyat lebih lama dari kayu jati emas yakni sekitar 15-25 tahun. Karena pertumbuhan yang lama membuat pori-pori kayu lebih padat dibandingkan kayu jati emas. Ciri dari kayu ini adalah memiliki warna yang cenderung pucat, batang bengkok, memiliki kadar air yang tinggi. Namun, untuk harga jual dari kayu jati rakyat lebih murah dibandingkan kayu jati lainnya.

Finishing Natural Kayu dengan Menutup Pori Serat untuk Plitur Kayu Jati


Seperti yang sudah diulas diatas bahwa kayu jati pada umumnya dilapisi dengan tampilan natural kayu transparan. Namun, untuk menciptakan tamppilan yang halus dan estetik maka dibutuhkan tahapan finishing yang tepat. Adakalanya finishing tampilan natural kayu justru terlihat kasar dan tidak rapi karena cara atau menggunakan cat yang kurang benar.

Agar pori-pori kayu tertutup sempruna dan terlihat lebih halus, Anda bisa mengaplikasikan sanding sealer. Cat kayu tersebut dikhususkan untuk tampilan natural kayu yang bertujuan untuk menutup serat dari kayu tersebut. Akan lebih optimal jika menggunakan sanding sealer berbahan dasar air, karena tidak hanya kualitasnya yang baik melainkan cat tersebut juga aman digunakan. Biovarnish sanding sealer merupakan pelopor sanding sealer berbahan dasar air dengan kualitas yang baik dan dijamin keamanannya. Sebab, cat kayu tersebut menggunakan bahan yang sudah disesuaikan dengan standar regulasi keamanan bahan kimia internasional yakni US Enviormental Protection Agency (EPA) dan European Chemical Agency (ECHA) Reach.



Berikut tahap finishing menutup pori serat untuk plitur kayu jati menggunakan Biovarnish:

  • Aplikasikan Biovarnish wood filler untuk menutup pori-pori kayu yang cukup besar. Setelah diaplikasikan, diamkan kurang lebih 30 menit. Jika sudah kering, amplas seluruh permukaan kayu hingga serat terlihat dan permukaan rata.

  • Aplikasikan Biovarnish Liquid Stain ke seluruh permukaan kayu untuk pewarnaan. Diamkan dalam suhu ruangan kurang lebih 60 menit. Apabila sudah kering sentuh, amplas ambang permukaan kayu tersebut.

  • Karena kayu jati merupakan jenis kayu dengan serat yang halus dan tidak mengeluarkan bulu-bulu halus maka Biovarnish sanding sealer bisa diaplikasikan setelah Biovarnish Liquid Stain dengan tujuan memperkuat coating dan memperhalus tekstur. Setelah dilarutkan dengan air lalu aplikasikan ke seluruh permukaan kayu baik dengan cara kuas atau semprot. Namun, untuk hasil yang optimal sebaiknya gunakan cara semprot. Setelah diaplikasikan, diamkan dalam suhu ruangan kurang lebih 60 menit. Apabila sudah kering sentuh, amplas ambang permukaan kayu tersebut.

  • Untuk tahap akhir, aplikasikan Biovarnish Clear Coat lalu diamkan selama 24 jam atau hingga cat benar-benar kering sebelum furniture masuk packing atau siap digunakan.


Selama proses finishing, Anda tidak perlu khawatir dengan senyawa kimia pada Biovarnish karena sudah dijamin aman bagi kesehatan begitu pula setelah diaplikasikan. Pada umumnya, furniture pasca finishing membutuhkan waktu beberapa hati untuk mengurangi uap cat sehingga siap untuk digunakan dalam ruangan. Berbeda dengan furniture yang sudah diaplikasikan Biovarnish sebab cat tersebut tidak mengalami penguapan dan bahkan tidak mengeluarkan bau menyenga sehingga orang-orang dalam rumah akan lebih nyaman.