Cara Finishing Limbah Kayu Laut dengan Cat Biovarnish Waterbased

  • By Biovarnish - 11 April 2023 - 02:32:14

 

Isu perubahan iklim semakin dekat di depan mata. Kini orang-orang beralih untuk menggunakan produk-produk organik atau ramah lingkungan. Salah satu yang menjadi perhatian bersama adalah Indonesia maupun dunia adalah perkara sampah. Tak terkecuali yang hanyut dan mengarus di dalam lautan. Sebanyak 9.85 persen limbah kayu yang terkategori sebagai megadebris ada di perairan Indonesia pada 2019 silam.

Saat musim penghujan, sampah kayu dari laut atau yang biasa disebut kapar kini berpotensi jadi kerajinan yang bisa diproduksi massal dan dipasarkan ke mancanegara setelah proses finishing.

Kapar atau nama lain dari driftwood dapat berwujud dahan kayu, pohon tumbang, atau akar pohon yang hanyut hingga lautan, kemudian terdampar di pesisir pantai atau hulu sungai.

Pada mulanya, banyak yang beranggapa bahwa kapar adalah sekumpulan sampah yang terdampat tanpa nilai jual. Namun, semenjak banyak orang yang familiar dengan jenis sampah laut yang satu ini muncul pengrajin kayu yang memanfaatkan kapar sebagai bahan baku kerajinan maupun furnitur.

Pemanfaatan kayu kapar


Beberapa masyarakat pinggir pantai seperti di Bali dan Bantul yang melihat peluang ekonomi dari limbah kayu laut ini memanfaatkan kayu kapar sebagai hiasan interior, dekorasi eksterior, juga perabotan rumah lainnya.
Kemungkinan besar, jenis kayu yang hanyut ke lautan adalah jenis kayu bakau ataupun kayu solid lainnya. Kapar dengan beragam jenis kayu yang unik tersebut kemudian bisa dikategorikan, dipotong, dan ditata berdasar selera pengerajin kayu untuk dijadikan alas cermin, gantungan lampu di ruang tamu, atau pernak-pernik hiasan rumah lainnya. Jika mendapatkan kapar yang berukuran besar, pengerajin kayu juga bisa mengkombinasikan kayu kapar yang berupa akar dengan kaca atau besi untuk dijadikan kaki meja.

Bahan baku jenis kayu kapar untuk kerajinan, perabotan rumah, maupun desain eksterior pun tidak memerlukan banyak rangkaian finishing. Sebab, sebelum terdampar ke pantai, kayu-kayu tersebut terapung selama beberapa hari di lautan, terendam air asin sehingga permukaannya tampak halus, dan anti rayap.
Lantas, bagaimana perawatan dan finishingnya agar limbah kayu lautan ini menjadi lebih awet?

Baca juga : 6 Masalah Finishing yang Ternyata Biasa Diatasi dengan Biovarnish

Finishing kayu kapar agar lebih awet


Limbah kayu kapar perlu dibedakan jenisnya. Meskipun jumlahnya meningkat ketika musim penghujan, namun proses pengawetan kayu secara alami tidak terjadi. Sedangkan kayu kapar yang terdampar di saat musim kemarau berbentuk unik dan mengalami proses pengawetan alami. Jenis kayu kapar yang terdampar pada musim kemarau akan lebih unggul sebab tak mudah terjangkit rayap. Mengingat kawasan pantai mendapatkan sinar matahari sepanjang hari ketika musim kemarau, kadar air dalam kayu kapar akan menyusut drastis.

finishing cat waterbased

Bagi Anda yang sedang mengembangkan bisnis pengerajin kayu berbahan baku limbah kayu lautan ini, penting untuk memilih produk finishing kayu yang tepat mengingat tampilan permukaan kayu yang tidak terlalu lebar, unik, dan memiliki kadar air sedikit. Meskipun sudah mengalami proses pengawetan alami, namun Anda bisa menambahkan pernis untuk meningkatkan keindahan warna kayu kapar.

1. Menutup pori-pori dan menghaluskan tekstur permukaan kayu


Anda bisa menggunakan dua produk andalan Biovarnish waterbased dengan cara dikuas ke permukaan kayu kapar. Pertama, Anda dapat mengaplikasikan Biovarnish Sanding Sealer sebagai lapisan coating untuk menutup pori-pori serat kayu sekaligus menghaluskan tekstur permukaan kayu.

Pengaplikasian Biovarnish Sanding Sealer waterbased ini cukup hanya dengan menambahkan air dalam larutan Sanding Sealer, kemudian dapat langsung dioleskan ke permukaan kayu. Tak perlu waktu lama untuk menunggu kering, Anda bisa mengangin-anginkan kayu kapar ini kurang lebih selama 30-45 menit hingga hasilnya kering sempurna.

2. Aplikasi clear coating


Setelah proses menutup pori-pori dan memperhalus permukaan limbah kayu lautan selesai, Anda bisa mengaplikasikan Biovarnish Clear Coat waterbased untuk mengunci lapisan penutup pori-pori kayu. Cukup mencampurkan air sebagai bahan pengencer, clear coating siap digunakan. Top coating ini dapat Anda gunakan untuk menonjolkan urat-urat kayu dan kesan alami dari limbah kayu lautan.

aplikasi clear coating

3. Menambah nilai jual


Alih-alih hanya dijadikan abu untuk mengurangi sampah lautan, sisa bongkahan maupun potongan kayu yang terdampar dapat menambah pemasukan para pengerajin kayu. Dengan mengaplikasikan finishing yang tepat menggunakan Biovarnish waterbased, limbah kayu lautan yang semula hanya bernilai 15 ribu per kilonya memiliki nilai jual yang tinggi dan berpotensi untuk diekspor ke berbagai belahan dunia.

Anda bisa mendapatkan produk-produk Biovarnish untuk semua kebutuhan kayu disini dan membaca inspirasi lainnya mengenai perawatan serta finishing kayu di website Biovarnish.

Simak Juga :