Wood Stain Liquid Series yang Ramah Lingkungan Untuk Finishing Kayu

  • By Biovarnish - 04 Juli 2020 - 20:36:08

 

Furniture merupakan barang yang sudah menjadi kebutuhan lagi bahkan sudah masuk ke dalam gaya hidup. Sebab, furniture diterapkan dalam suatu ruangan sesuai dengan desain interior hunian agar menciptakan kesan yang indah dan ekslusif. Terlebih, furniture selalu mengalami inovasi yang berubah-ubah dan selalu memiliki peminat. Namun, hal yang menarik dari furniture adalah tampilan natural kayu yang sampai saat ini masih banyak diminati oleh semua kalangan.

Meskipun furniture mengalami inovasi yang berubah-ubah dari segi desainnya namun tampilan yang hingga saat ini diminati oleh banyak orang adalah tampilan natural kayu. Tampilan ini dianggap awet dan tidak tertelah jaman karena berbeda dan memberikan nilai seni. Ya, meskipun furniture tersebut telah dilapisi cat namun serat yang dimiliki oleh media finishing yang dilapisinya tetap terlihat. Terlebih jika serat kayu tersebut sangat indah seperti kayu jati, oak, sonokeling ataupun jenis kayu mahal lainnya.

Cat kayu untuk tampilan natural kayu pun beragam diantaranya plitur, pernis, NC atau melamin. Penggunaan cat kayu tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan untuk umumnya, cat kayu yang paling sering digunakan adalah plitur. Dahulu, plitur masih dalam bentuk serlak sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk dicairkan. Sedangkan saat ini jauh lebih sederhana dan mudah diaplikasikan karena teksturnya yang liquid atau cair.

Kenapa plitur banyak dipilih dibandingkan dengan cat kayu lain? Dari segi harga, plitur jauh lebih terjangkau dan hasilnya pun cukup memuaskan. Wajar saja jika plitur banyak dipilih masyarakat ataupun pengrajin kayu atau serat alam untuk menekan biaya pengeluaran. Namun, yang menjadi kendala ketika menggunakan plitur yang selama ini banyak digunakan adalah harus menggunakan pelarut thinner atau spiritus. Boros tidaknya penggunaan pelarut tergantung dari kapasitas yang harus difinishing. Namun, adapula plitur yang lebih hemat dari segi pelarutnya yakni plitur berbahan dasar air. Plitur

Mengenal Cat Warna Kayu Menggunakan Wood Stain Liquid Series yang Ramah Lingkungan


Plitur dengan bahan dasar air merupakan teknologi terbaru dalam bidang finishing saat ini. Cat kayu tersebut berbeda dengan cat kayu konvensional karena tidak menggunakan bahan kimia yang umum digunakan seperti arsenic, cadmium, timbal ataupun merkuri. Maka dari itu, plitur dengan bahan dasar air jauh lebih ramah lingkungan. Faktanya bahwa cat kayu berbahan dasar air saat ini sudah menggeser pasar dari cat konvensional. Seperti di Amerika saja, cat berbahan dasar air sudah menguasai pasar hingga 80%. Begitu pula di Eropa, penggunaan cat berbahan dasar air justru lebih ditekankan dan mulai melarang penggunaan cat solvent based.

Bagaimana dengan cat berbahan dasar air di Indonesia? Hingga saat ini, cat solvent based masih menguasai pasar setidaknya 70-85%. Jadi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kehadiran dari cat berbahan dasar air. Adapun alasan yang menyebabkan masyarakat lebih sering memilih cat solvent based dibandingkan cat berbahan dasar air diantaranya

  1. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang sedari dulu menggunakan cat kayu berpelarut organik (thinner atau spiritus).

  2. Harga cat solvent based lebih terjangkau. Seiring dengan banyak minat dari cat solvent based membuat harga jual dari cat solvent based sendiri pun lebih terjangkau dibandingkan dengan cat berbahan dasar air. Namun perlu diingat bahwa cat solvent based membutuhkan pelarut thinner atau spiritus sehingga biaya pengeluaran pun bertambah.

  3. Belum banyak informasi mengenai cat berbahan dasar air. Masih sedikitnya informasi tentang cat berbahan dasar membuat masyarakat belum yakin dengan kualitas dari cat berbahan dasar air.


Meskipun cat berbahan dasar air belum cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia namun perkembangan cat ini lebih cepat dibandingkan cat solvent based.

Finishing Cat Berbahan Dasar Air untuk Hasil Tampilan Natural Kayu


Cat berbahan dasar air yang direkomendasikan untuk finishing natural kayu di Indonesia adalah Biovarnish. Cat kayu tersebut terbuat dari bahan water based acrylic yang khusus digunakan untuk tampilan natural kayu. Kualitas dari Biovarnish tidak kalah dengan cat berbahan dasar air dari luar negeri sebab cat tersebut diformulasikan khusus sesuai dengan standar regulasi keamanan baha kimia internasional yakni US Enviromental Protectuon Agency (EPA) dan European Chemical Agency (ECHA) Reach. Dengan demikian, tidak hanya kualitasnya yang bagus namun juga cat tersebut telah dipastikan aman dan ramah lingkungan.

Biovarnish sangat cocok digunakan untuk semua kalangan baik dari yang masih awam dalam bidang finishing hingga seorang profesional. Sebab, cat kayu tersebut mudah diaplikasikan, cepat kering dan terdiri dari berbagai varian produk yang akan mempermudah proses finishing. Untuk tampilan natural kayu sebaiknya lakukan tahapan finishing yang tepat dan benar agar menghasilkan warna yang tajam dan optimal. Tahap standar finishing pada umumnya adalah dengan mengaplikasikan basecoat, maincoat dan topcoat. Nah, untuk tahapan tersebut, Anda bisa menggunakan varian Biovarnish yakni Biovarnish Wood Filler, Biovarnish Liquid Stain, Biovarnish Sanding Sealer dan Biovarnish Clear Coat.

Anda tidak perlu khawatir untuk masalah warna sebab Biovarnish menawarkan 20 varian warna finishing yang bisa Anda pilih sesuai dengan tampilan yang diinginkan. Sedangkan untuk tampilan akhir, Biovarnish Clear Coat terdapat dua macam tampilan akhir yakni matte dan gloss. Untuk mengetahui cara finishing menggunakan cat warna kayu menggunakan wood stain liquid series, berikut tahap-tahap finishing tampilan natural kayu:

  1. Pastikan untuk media finishing yang digunakan sudah bersih dan rata. Atau amplas terlebih dahulu permukaan media finishing hingga benar-benar bersih dari noda dan permukaan rata sehingga akan mempermudah pelapisan coating

  2. Gunakan Biovarnish Wood Filler untuk menutup pori-pori dan menyamarkan cacat kayu. Larutkan dengan air terlebih dahulu lalu aduk larutan tersebut hingga tercampur sempurna. Lalu aplikasikan pada permukaan kayu menggunakan pisau palet atau sejenisnya. Tunggu hingga permukaan media finishing yang sudah diaplikasikan filler kayu tersebtut kering atau diamkan kurang lebih 30 menit di tempat yang teduh. Setelah kering, amplas menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 240

  3. Untuk ciptakan tampilan natural kayu, aplikasikan Biovarnish Liquid stain yang sudah dilarutkan dengan air. Kuaskan atau semprotkan ke seluruh permukaan kayu hingga benar-benar merata. Lalu diamkan dalam suhu ruangan kurang lebih 60 menit atau permukaan media finishing kering sentuh. Setelah kering sentuh, amplas ambang permukaan kayu tersebut menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 400

  4. Aplikasikan Biovarnish Sanding Sealer untuk mempekuat coating sebelumnya baik dengan cara kuas atau kuas. Lalu diamkan dalam suhu ruangan kurang lebih 60 menit dan amplas ambang menggunakan kertas alumunium oxide no. 400 apabila sudah kering sentuh.

  5. Untuk hasil akhir dan mengunci warna, aplikasikan Biovarnish Clear Coat yang sudah dilarutkan dengan air. Lalu aplikasikan ke seluruh permukaan media finishing dan diamkan dalam suhu ruangan. Dalam waktu 30 pertama, perhatikan apakah tampilan akhir sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum. Apabila belum sesuai, aplikasikan kembali Biovarnish Clear Coat. Setelah mendapatkan tampilan akhir, diamkan selama semalaman atau hingga cat kayu benar-benar kering.


Pasca finishing, furniture dapat langsung digunakan atau dipacking tanpa harus didiamkan di ruang terbuka untuk mengurangi uap cat. Sebab, Biovarnish tidak mengalami penguapan, tidak berbau dan tidak beracun sehingga dapat langsung digunakan dalam ruangan.