Penting Kah Peran Pengaplikasian Wood Filler Untuk Finishing Kayu?

  • By Biovarnish - 16 Oktober 2019 - 15:09:54

 

Seorang yang sudah terbiasa dalam bidang finishing tentu sudah mengetahui teknik dan langkah-langkah finishing yang harus dilakukan. Namun, bagaimana dengan seorang yang masih awam dalam bidang ini? Kadangkala, seseorang lebih memilih untuk melakukan finishing atau mengecat sendiri furniture atau perabotan yang ia miliki. Hal tersebut dilakukan tentunya banyak pilihan diantaranya adalah untuk menekan biaya pengeluaran dan menginginkan hasil yang diinginkan.

Sebagai orang yang masih awam, teknik pengecatan pada media finishing pada umumnya belum mengetahui secara pasti alhasil banyak yang mengandalkan berbagai tutorial di media massa. Atau bahkan hanya sekedar melakukan dengan pengetahuan yang ia miliki. Padahal, dalam pengecetan juga harus memperhatikan berbagai cara pengaplikasian yang benar. Sebab, tidak semua cat memiliki fitur yang sama sehingga pengerjaannya pun juga tidak sama.

Kadangkala terdapat cat yang akan menghasilkan tampilan yang sempurna ketika akan diaplikasikan pada media misalkan kayu namun akan menghasilkan yang kurang sempurna ketika diaplikasikan pada bambu atau substrat alam lainnya. Selain itu, kadangkala tidak semua cat juga mudah diaplikasikan dengan berbagai metode finishing sehingga harus mengetahui merk cat sesuai dengan metode yang harus dilakukan misalkan kuas, semprot, oles ataupun celup.

Dalam bidang finishing, media, alat serta teknik yang dilakukan harus sangat diperhatikan. Jadi apabila dilakukan dengan benar maka hasilnya pun akan maksimal. Begitu pula jika menginginkan tampilan kayu yang ingin menonjolkan kesan serat dari kayu tersebut. Jika kayu yang Anda gunakan adalah jenis kayu yang bagus seperti jati maka cara aplikasi catnya pun akan jauh lebih mudah. Namun, apabila kayu yang digunakan merupakan kayu dengan tekstur yang kasar seperti kayu glugu maka membutuhkan filler untuk menutup pori-pori kayu tersebut.

Jenis Filler dan Fungsinya Selama Proses Finishing


Pada proses finishing, aplikator memiliki 2 pilihan cara yakni dengan mengaplikasikan filler/dempul atau diaplikasikan langsung pada cat. Apabila dilakukan secara langsung tentunya membutuhkan pelapisan cat yang lebih banyak agar pori-pori tertutup dan hasil akhirnya tampak lebih baik. Sebab, apabila hanya diaplikasikan sekali saja maka hasil warnanya tidak akan maksimal karena cat meresap masuk ke dalam pori-pori kayu.

Sedangkan untuk pengaplikasikan filler sebelum proses pengecatan, memiliki sebab-sebab tertentu yakni untuk menutup pori-pori kayu sehingga akan mempermudah proses finishing. Dengan menutup pori-pori kayu akan membuat tampilan kayu jauh lebih maksimal daripada tidak diaplikasikan filler/dempul sama sekali. Bahkan dengan mengaplikasikan filler pada permukaan kayu juga akan mempermudah proses finishing karena bisa meratakan permukaan kayu.

Penggunaan filler tidak hanya bertujuan untuk menutup pori-pori kayu serta meratakan permukaan media finishing saja melainkan juga untuk menambal bagian-bagian media yang cacat misalkan lubang, mata kayu, bekas gesekan maupun kerusakan lainnya. Media finishing yang memiliki kecacatan tentu tidak indah dipandang sehingga membutuhkan bahan yang bisa menambal dan mengembalikan bagian yang cacat tersebut. Biasanya, apabila digunakan untuk menambal bagian media finishing yang cacat dilakukan pada saat sebelum diaplikasikan sebagai menutup pori-pori kayu. Dengan demikian, tampilannya akan sama rata dan lebih enak dipandang ketika media finishing tersebut digunakan.

Wood filler saat ini dikenal dengan dua jenis yakni wood filler berbahan solvent based dan wood filler berbahan water based. Apakah keduanya berbeda?Jika dilihat dari fungsinya, kedua wood filler memiliki fungsi yang sama namun apabila dilihat dari bahan yang digunakan maka keduanya jauh berbeda.

Wood filler solvent based merupakan filler kayu yang menggunakan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Biasanya filler kayu ini membutuhkan pelarut berbahan kimia seperti methanol, spiritus maupun thinner. Kadangkala, filler kayu ini cukup menimbulkan bau yang menyengat dan cukup membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan. Sehingga saat proses pengamplasan, sebaiknya menggunakan masker agar partikel filler kayu tersebut tidak terhirup lanngsung.

Wood filler water based merupakan filler kayu yang terbuat dari bahan dasar air dan bahan pelarutnya menggunakan air. Filler ini lebih aman daripada filler kayu berbahan solvent based karena tidak menyebabkan gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan. Sehingga tanpa menggunakan masker pun tetap aman digunakan, namun apabila Anda merupakan seseorang yang sensitif terhadap debu maka sebaiknya tetap menggunakan pelindung diri.

Proses Finishing Menggunakan Wood Filler Water Based


Wood filler water based memang jauh lebih aman digunakan daripada yang berbahan solvent based. Sayangnya, filler kayu berbahan dasar air ini masih jarang ditemui di Indonesia. Namun jangan khawatir, untuk menggunakan filler kayu yang aman dan ramah lingkungan ini, Anda bisa menggunakan Biovarnish Wood Filler. Kandungan bahannya sudah terjamin aman karena formula bahannya telah disesuaikan dengan standarisasi keamanan regulasi internasional seperti US Enviromental Protection Agency dan Europe Chemical Agency REACH. Kedua regulasi internasional tersebut sebagai rujukan kandungan bahan kimia yang aman serta tingkat kandungan VOC pada suatu produk finishing. Sehingga Biovarnish sudah dipastikan tidak mengandung bahan kimia berbahaya, memiliki kandungan VOC yang rendah dan tidak beracun.

Biovarnish Wood Filler tersebut sangat mudah diaplikasikan dan saat diamplaspun tidak alot. Pengerjaannyapun tidak membutuhkan waktu yang lama yakni kurang lebih 30 menit dan tidak membutuhkan pengeringan langsung dibawah sinar matahari sehingga bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Nah, filler kayu ini apakah bagus ketika diaplikasikan untuk kebutuhan outdoor?

Filler kayu yang aman ini bisa digunakan untuk kebutuhan apapun baik indoor maupun outdoor dan bahkan pada media finishing apapun baik kayu solid, kayu olahan maupun substrat alam lainnya. Dengan demikian, filler kayu ini bisa menjadi salah satu pilihan tepat yang menginginkan hasil yang baik namun dengan cara yang mudah dan cepat. Menariknya adalah filler kayu berbahan water based tersebut bisa dilakukan dengan cara menggunakan palet maupun disemprot karena bisa dilarutkan ke dalam air.

Berikut teknik aplikasi Biovarnish wood filler dalam kebutuhan finishing natural kayu:

  • Pastikan media dalam keadaan kering dan apabila media finishing masih dalam basah sebaiknya keringkan hingga MC level 12%.

  • Amplas permukaan media finishing agar bersih dari noda dan permukaannya rata sehingga memudahkan proses finishing selanjutnya

  • Bersihkan sisa amplas. Aplikasikan Biovarnish Wood Filler boleh dicampurkan air atau langsung kemudian ratakan ke seluruh permukaan media finishing menggunakan pisau pallet atau sesuai alat yang diinginkan.

  • Diamkan di tempat yang teduh atau dalam suhu kamar selama 20-30 menit.

  • Apabila sudah kering sentuh, amplas permukaan media finishing menggunakan kertas amplas alumunium oxide no. 240.

  • Untuk teknik finishing selanjutnya, Anda bisa mengaplikasikan Biovarnish Wood Stain/Biovarnish Liquid Stain lalu dilanjutkan dengan Biovarnish Sanding Sealer/Biovarnish Clear Coat.


Semua varian produk finishing Biovarnish adalah produk finishing yang aman dan ramah lingkungan sehingga baik digunakan untuk kebutuhan finishing apapun baik furniture indoor/outdoor, furniture bayi, perabotan, kerajinan, mainan anak-anak dan lain sebagainya.